BI Dunia Tengah Alami Krisis Sangat Parah
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, dunia sedang mengalami krisis yang sangat parah, lantaran saat ini dunia belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19. Namun ketidakpastian kembali meningkat karena perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan tekanan ekonomi makin tinggi, sehingga harga komoditas global meningkat tajam. Bahkan, IMF mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang semula sebesar 4,4% menjadi 3,6%. Destry memproyeksikan tekanan harga komoditas energi dan pangan berpotensi meningkat lebih tinggi sehingga memicu inflasi ditingkat global. "Namun kita sangat beruntung, jika kita melihat dampak langsung perang Rusia dan Ukraina, konflik ke Indonesia sangat terbatas. Bahkan, dalam batas tertentu Indonesia mendapat keuntungan khususnya (ekspor) karena Indonesia terkenal dengan negara berbasis komoditas," ujarnya. Pemulihan ekonomi yang berlangsung kuat juga dikonfirmasi melalui data indikator ekonomi pada Maret 2022, seperti penjualan ritel, ekspektasi konsumen, dan PMI manufaktur. (Yetede)
Tags :
#Ekonomi MakroPostingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023