Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga BBM
Terkait harga jual BBM dalam negeri, pemerintah masih terus mencermati situasi global, terutama lonjakan harga minyak mentah yang saat ini ada di level 121 USD per barel. Pemerintah siap menanggung beban subsidi apabila harga BBM harus naik. ”Kami cermati dulu. Walau jika situasi itu terlalu lama, akan menimbulkan beban berat (bagi Indonesia). Kami lihat saja situasi ini apakah berlanjut sampai semester II-2022 atau tidak. Kami sudah siapkan kompensasi kepada Pertamina dan PLN serta seluruh beban subsidi energi kepada masyarakat untuk semester II-2022,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kamis (24/3), di Yogyakarta. Arifin menambahkan, pihaknya telah berbicara dengan OPEC terkait pasar minyak global. OPEC menjamin bisa menjaga pasokan minyak mentah, tetapi tidak menjamin kestabilan harga.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan, ruang untuk merevisi anggaran subsidi energi terbuka seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia. Kemenkeu diminta menghitung dan mempertimbangkan kecukupan anggaran subsidi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio N Kacaribu belum mengomentari strategi fiskal untuk menjadi bantalan APBN dalam membendung lonjakan harga minyak dunia. Analis makroekonomi Bank Danamon, Irman Faiz, berpendapat, apabila harga pertamax dan pertalite tetap dijaga, inflasi akan tetap berada pada target BI dan pemerintah, yakni 2-4 %. (Yoga)
Tags :
#BBMPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023