;

Konflik Rusia-Ukraina, Dunia Antisipasi Dampak pada Ekonomi Global

Ekonomi Yoga 26 Feb 2022 Kompas
Konflik Rusia-Ukraina, Dunia Antisipasi Dampak pada Ekonomi Global

Pemerintah, pengusaha, investor institusi, hingga ritel mengalkulasi dan mengantisipasi dampak serangan Rusia ke Ukraina bagi perekonomian global. Serangan Rusia dan sanksi balasan oleh Barat diperkirakan tidak akan mengakibatkan resesi global. Namun, konflik tersebut menimbulkan kerusakan ekonomi parah di beberapa negara dan menyulitkan kehidupan jutaan warga. Namun konflik Rusia-Ukraina akan berdampak, jika berlangsung berkepanjangan. Rusia adalah produsen minyak bumi terbesar ketiga di dunia dan pengekspor utama gas alam. Peternakan Ukraina menghidupi jutaan orang di seluruh dunia. Secara global, pasar keuangan juga berada di waktu genting karena bank-bank sentral bersiap menaikkan suku bunga untuk melawan kenaikan inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi akan memperlambat belanja dan meningkatkan risiko tekanan bagi ekonomi secara umum.

Serangan Rusia memperlambat pemulihan ekonomi Eropa melalui kenaikan harga energi yang makin tinggi. Eropa mengimpor 40 % gas alam dari Rusia. Pemutusan sumber energi itu melemahkan ekonomi Eropa. Harga gas alam yang tinggi menyebabkan tagihan listrik lebih tinggi pada warga. ”Harga gas di Eropa telah menghancurkan rumah tangga dan konsumen, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah,” kata Adam Tooze, Direktur Institut Eropa di Universitas Columbia. Analis CGSCIMB, Erwan Teguh menilai, konflik Rusia-Ukraina berdampak minim terhadap perekonomian Indonesia. Ekspor-impor dan investasi yang melibatkan Rusia dan Ukraina secara langsung dengan Indonesia masih minim. Namun, dampak di sisi perdagangan, Indonesia bisa mengalami gangguan suplai, terutama untuk minyak dan gas karena adanya embargo global kepada Rusia. Di sisi lain, pasar batubara Indonesia memiliki peluang sehubungan posisi Rusia sebagai salah satu eksportir batubara terbesar di dunia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :