Harga Minyak Tembus Seratus, Pasar Saham Memerah Parah
Harga minyak mentah melonjak melewati US$ 105 per barel, disusul oleh kejatuhan pasar saham pada Kamis (24/1) setelah Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina dan memacu kekhawatiran akan pecahnya perang besar di Eropa Timur. Pasar saham Asia dan Eropa terjun bebas, bursa Frangfurt dan Paris ambruk 5% karena banyak investor melarikan diri dari ekuitas beresiko. Sementara itu, harga emas rebound mendekati US$ 2.000 per ons.
"Ada lautan merah di indeks pasar global, invasi Rusia memicu lonjakan awal yang lebih tinggi. harga minyak pun terus bergerak ke utara karena pasar menilai dampaknya terhadap pasokan energi yang kemungkinan terjadi sebagai akibat dari konflik," ujar Analis Interactive Investor Victoria Scholar, yang dilansir AFP. Perusahaan-perusahaan raksasa yang berada di Rusia, termasuk diantara yang harga sahamnya semakin terpukul.
Tercatat, saham-saham perusahaan raksasa logam Rusia, Polymental dan Evraz masing-masing merosot 35% dan 27% di bursa London. "Dengan sanksi keras yang akan datang, bisnis mereka kemungkinan jeda mengingat keseriusan situasi ," tutur analis Hargreaves Lansdown Susannah Streeter. (Yetede)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023