Jebakan Pendapatan Menengah dan Inflasi
Isu mengenai jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) telah mulai dihembuskan Bank Dunia tahun 2006. Pada 1 Juli 2020, Bank Dunia menetapkan Indonesia adalah negara dengan penghasilan menengah atas. Namun, pada 2021 Bank Dunia menurunkan status kelas Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah bawah. Hal ini menciptakan kekhawatiran bahwa Indonesia, sebagai salah satu negara berpenghasilan menengah, akan terperangkap dan tak dapat naik kelas ke negara berpenghasilan tinggi. Dimana Covid-19 merupakan salah satu penyebab pokok turunnya pendapatan nasional Indonesia.
Agar Indonesia kembali naik kelas, Growth National Income (GNI) per kapita Indonesia perlu ditingkatkan. Cara peningkatan GNI per kapita tergantung definisi GNI dan komponen yang memengaruhi GNI, seperti peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur, penerapan digitalisasi yang semakin penting di era Covid-19 ini, dan institusi atau birokrasi yang lebih ramping dan bersih. Juga antisipasi kenaikan inflasi di luar negeri sehingga dampaknya minimal terhadap pertumbuhan ekonomi, bahkan diusahakan agar zero impact. Relatif tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 yang diukur oleh PDB per kapita mengindikasikan bahwa GNI per kapita diperkirakan meningkat. Diharapkan peningkatan GNI per kapita dapat mengembalikan Indonesia dalam kelas negara berpenghasilan menengah atas. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023