Pemulihan Ekonomi Kerek Permintaan Alat Berat
Seirama dengan kenaikan harga komoditas, permintaan alat berat terus menanjak. Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) menargetkan volume produksi alat berat di 2022 bisa menguat hingga 9.000 unit. Ketua Umum Hinabi, jamalludin menjelaskan, di sepanjang tahun lalu, permintaan alat berat juga sangat besar. Adapun realisasi produksi di 2021 sebanyak 6.740 unit, yang didukung sektor pertambangan, khususnya dari kenaikan signifikan harga batubara. "Tahun ini kami melihat permintaan sangat besar. Rencana produksi Hinabi mencapai 9.000 unit, bahkan bisa lebih. Sementara kapasitas produksi kami sebesar 10.000 unit," jelas dia kepada KONTAN, Rabu (16/2). PT United Tractors Tbk (UNTR) juga optimistis penjualan alat berat mereka masih bisa tumbuh pada tahun ini. Anak usaha Grup Astra ini memproyeksikan penjualan tahun ini bisa naik 23%-25% dibandingkan realisasi tahun lalu.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Titik Balik Lifting Minyak Bumi
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023