Menjaga Daya Beli
Di masa sebelum pandemi, pertumbuhan konsumsi rumah tangga selalu berada di kisaran 5 %, tapi tahun lalu, konsumsi rumah tangga hanya mampu tumbuh 2,02 %, padahal konsumsi rumah tangga adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi dengan porsi besar terhadap PDB nasional. Salah satu faktor di balik lemahnya daya beli masyarakat adalah terbatasnya penciptaan lapangan pekerjaan layak. Idealnya, daerah dengan tingkat pengangguran rendah memiliki tingkat kemiskinan rendah, faktanya, sekadar memiliki pekerjaan tidak menjamin seseorang lepas dari jeratan kemiskinan.
Solusi yang bisa ditempuh terletak pada sisi pasokan dan permintaan pasar kerja, dengan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja formal yang layak serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat di daerah terkait agar bisa mengakses pekerjaan layak. Berapa pun besarnya gelontoran insentif pemerintah dalam bentuk jaring pengaman sosial, pemulihan konsumsi masyarakat tidak akan bisa terjadi selama jumlah dan daya serap lapangan kerja layak masih minim. Di saat kalangan masyarakat menengah-bawah menahan konsumsi karena kesulitan mendapatkan penghasilan layak dan berkelanjutan, masyarakat kelas atas lebih memilih menimbun dana mereka di perbankan. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023