BI Pertahankan Bunga Acuan demi Pertumbuhan
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level 3,5 %. Meski inflasi mulai naik dan risiko global meningkat, BI memilih mempertahankan tingkat suku bunga acuan sejak Februari 2021, karena masyarakat dinilai masih memerlukan insentif bunga murah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, RDG BI memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 %, suku bunga Deposit Facility 2,75 %, dan suku bunga Lending Facility 4,25 %. Tahun ini, BI menargetkan inflasi 3 % plus minus 1 persen. Perry menjelaskan, meski meningkat, inflasi tetap tergolong rendah sehingga belum perlu direm dengan kenaikan tingkat suku bunga acuan. Tingkat suku bunga acuan yang rendah mendorong penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) bank. Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perbaikan persepsi risiko perbankan sehingga berdampak positif bagi penurunan suku bunga kredit baru. BI memandang peran perbankan dalam penyaluran kredit, termasuk melalui penurunan suku bunga kredit, dapat ditingkatkan guna semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional. (Yoga)
Tags :
#BungaPostingan Terkait
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023