;

Mengadu Asa di Awal Tahun

Mengadu Asa di Awal Tahun

Kenaikan harga komoditas di sejumlah daerah di Jabar menjadi ujian awal tahun. Selain bermodal ketekunan, pelaku usaha berharap campur tangan negara menyelesaikan masalah ini. Ade Siti Sarah (52), pedagang ayam potong di Pasar Sederhana, Bandung, Jabar, bersama 18 pedagang lain bersua Presiden. Seperti 100 pedagang lain, Ade menerima bantuan Rp 1,2 juta untuk modal dagang dan  kebutuhan sehari-hari. ”Tadinya ingin cerita saat ini hidup sangat sulit. Saat pandemi, penjualan berkurang jauh. Harga kebutuhan pokok naik. Kami butuh harga stabil dan terjangkau untuk hidup,” ujarnya. Sebelum pandemi, ia bisa menjual 1 kuintal lebih sehari, sekarang, 30 kg sehari pun sulit, bahkan, di awal pandemi, sedikit pun tak terjual. Harga minyak goreng puluhan ribu per liter membuat nilai jual daging ayam menjadi Rp 40.000 per kg. Imbasnya, keuntungan yang diambil hanya Rp 2.000 per kg.

Ahmad Aris (27) pedagang ayam di Pasar Karangampel, Indramayu, pusing, ”1 November 2021 harga ayam hidup Rp 18.800 per kg. Sekarang Rp 24.000 per kg,” ujarnya, yang terpaksa menaikkan harga hingga Rp 40.000 per kg. Padahal, harga acuan daging ayam, menurut Permendag No 7 Tahun 2020, harga acuan pembelian, di tingkat konsumen Rp 35.000 per kg. Aris mencontohkan, dengan harga ayam hidup di distributor Rp 24.000 per kg, modalnya Rp 7,5 juta untuk membeli 3 kuintal ayam. Usai daging dijual Rp 40.000 per kg, ia rugi Rp 200.000. Ia berharap, harga ayam di distributor bisa Rp 15.000 per kg agar harga turun dan pedagang untung. Awal tahun 2022 sungguh tak mudah, termasuk bagi pedagang seperti Ade dan Ahmad. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :