;

Pengendalian Utang Masa Pandemi, Jurus Konservatif Dipacu Maksimal

Ekonomi Hairul Rizal 12 Jan 2022 Bisnis Indonesia
Pengendalian Utang Masa Pandemi, Jurus Konservatif Dipacu Maksimal

Langkah konservatif otoritas fiskal menguatkan optimisme pemerintah dalam mengendalikan utang pada tahun ini, kendati World Bank menempatkan Indonesia ke daftar 10 besar negara berkembang dengan utang tertinggi pada tahun pertama pandemi Covid-19. World Bank di dalam International Debt Statistics 2022 mencatat, Indonesia berada pada peringkat ketujuh pada daftar 10 negara berkembang dengan utang luar negeri tertinggi pada 2020, yakni mencapai US$417,53 miliar. Tingginya tingkat utang ini tak terlepas dari tekanan pandemi Covid-19 yang memaksa pemerintah untuk menarik utang baru jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Presiden World Bank Group David Malpass mengatakan pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan berat bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Pemerintah dan kalangan ekonom berpendapat, pada tahun ini prospek utang sangat terjaga lantaran otoritas fiskal telah melakukan berbagai antisipasi sejak dini. Pertama, berlanjutnya kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) yang terefleksi pada ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) III yang berlaku sejak kuartal IV/2021 hingga tahun ini. Kedua, optimalisasi Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai sumber pembiayaan dalam rangka menahan penarikan utang baru melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Ketiga, implementasi UU No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) pada tahun ini yang diyakini menguatkan ketahanan fiskal untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.



Tags :
#Utang
Download Aplikasi Labirin :