;

Bawang Putih yang Sungguh Terabaikan

Ekonomi Yoga 18 Dec 2021 Kompas
Bawang Putih yang
Sungguh Terabaikan

Pada Presiden Jokowi (14/12), petani Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, Jateng, berkeluh soal masuknya impor bawang putih saat panen, yang tekan harga, juga tutup akses petani ke pasar hingga hasil panen menumpuk tak terjual. Presiden langsung kontak Mendag Muhammad Lutfi, dan berharap persoalan itu tidak terulang lagi. Tahun lalu, Bupati Temanggung M Al Khadziq minta penghentian bawang putih impor ke Jateng karena panen menumpuk bersamaan masuknya 54.000 ton bawang putih impor, harga bawang putih petani Temanggung anjlok dari Rp 10.000-Rp 14.000 per kg jadi Rp 6.000-Rp 8.000 per kg.

Dengan harga lebih murah, pedagang dan konsumen memilih bawang impor, yang menghancurkan sektor budidaya di hulu. Keluhan petani Temanggung menegaskan problem pengaturan dan pengawasan impor yang menghambat pengembangan bawang putih nasional. Tanpa keseriusan pemerintah memperketat impor dan kembangkan bawang dalam negeri, lupakan target swasembada, karena tidak akan terjadi jika petani tidak diberi kesempatan memperoleh keuntungan dari usahanya. Anggaran dan tenaga yang dikerahkan untuk mengawal program akan sia-sia. (Yoga)


Tags :
#Pertanian
Download Aplikasi Labirin :