Bawang Putih yang Sungguh Terabaikan
Pada Presiden Jokowi (14/12), petani Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, Jateng, berkeluh soal masuknya impor bawang putih saat panen, yang tekan harga, juga tutup akses petani ke pasar hingga hasil panen menumpuk tak terjual. Presiden langsung kontak Mendag Muhammad Lutfi, dan berharap persoalan itu tidak terulang lagi. Tahun lalu, Bupati Temanggung M Al Khadziq minta penghentian bawang putih impor ke Jateng karena panen menumpuk bersamaan masuknya 54.000 ton bawang putih impor, harga bawang putih petani Temanggung anjlok dari Rp 10.000-Rp 14.000 per kg jadi Rp 6.000-Rp 8.000 per kg.
Dengan harga lebih murah, pedagang dan konsumen memilih bawang impor, yang menghancurkan sektor budidaya di hulu. Keluhan petani Temanggung menegaskan problem pengaturan dan pengawasan impor yang menghambat pengembangan bawang putih nasional. Tanpa keseriusan pemerintah memperketat impor dan kembangkan bawang dalam negeri, lupakan target swasembada, karena tidak akan terjadi jika petani tidak diberi kesempatan memperoleh keuntungan dari usahanya. Anggaran dan tenaga yang dikerahkan untuk mengawal program akan sia-sia. (Yoga)
Tags :
#PertanianPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023