;

Industri Hasil tembakau, Produksi Rokok Diproyeksi Turun

03 Nov 2021 Bisnis Indonesia
Industri Hasil tembakau, Produksi Rokok Diproyeksi Turun

Bisnis, Jakarta - Industri hasil tembakau atau IHT diperkirakan masih tertatih pada tahun ini. Produksi rokok diproyeksi kembali mencatatkan penurunan pada 2021 setelah sempat tumbuh pada 2019. Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) memperkirakan penurunan pada tahun ini berkisar 10%-15%, lebih rendah dari kontraksi 2020 sebesar 30%-40%. Ketua Umum Gappri mengatakan data Ditjen Bea Cukai yang menyebut adanya pertumbuhan produksi rokok sebesar 4,3% hingga September 2021 harus dilihat dalam dua konteks. Pertama, kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang diberlakukan mulai Februari 2021 menyebabkan anggota memesan pita cukai lebih tinggi dibanding di Januari 2021. Kedua, jika pemerintah mengumumkan kenaikan tarif CHT pada bulan ini, akan kembali terjadi kenaikan pemesanan pita cukai. 

Di sisi lain, kinerja industri masih belum stabil karena terdampak pandemi dan penurunan daya beli akibat kenaikan cukai yang eksesif pada 2020 dan 2021. Proyeksi penurunan produksi rokok sejalan dengan prediksi volume panen tembakau pada tahun ini. Asosiasi Petani Tambakau Indonesia (APTI) memperkirakan produksi tembakau akan turun hingga 30%, mempertimbangkan cuaca buruk dan kemarau basah yang memengaruhi produksi. Penurunan produksi pada 2021 menandai tahun kedua berturut-turut petani merugi. Sementara itu, Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) mengatakan perbaikan produksi pada tahun depan akan sangat bergantung pada kenaikan tarif CHT.  

Tags :
Download Aplikasi Labirin :