;

Pertamina dan PLN Antisipasi Lonjakan Konsumsi Energi

19 Oct 2021 Investor Daily
Pertamina dan PLN Antisipasi Lonjakan Konsumsi Energi

Seiring dengan semakin terkontrolnya pandemi Covid-19 dan dilonggarkannya PPKM, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik tercatat mulai naik signifikan. PT Pertamina Patra Niaga dan PT PLN (Persero) bersiap mengantisipasi kenaikan konsumsi ini. PJS Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menuturkan, diturunkannya level PPKM membuat kegiatan ekonomi dan asktivitas masyarakat berangsur-angsur kembali normal. Hal ini juga mendorog kenaikan konsumsi BBM retail pada kuartal III-2021,baik retailmaupun industri.

Pihaknya mencatat penjualan BBM naik sebesar 6% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, dimana  konsumsi bensin naik 4% dan solar mencapai 10%. Bahkan sejak September, kenaikan konsumsi harian solar bersubsidi telah menyentuh 15% dibandingkan Januari-Agustus. Konsumsi BBM pada kuartal III-2021 sekitar 34juta KL," kata dia dalam pesan pendeknya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Sementara PLN mencatat,pada Kamis (14/10), konsumsi listrik mencapai beban puncak malam hari tertinggi sepanjang tahun ini, yakni mencapai 28.097 MW.

"Ini menandakan bahwa perekonomian sudah kembali pulih. Diharapkan kondisi ini terus membaik  dan akan mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang positif," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. Sementara Irto menuturkan,pertamina terus memastikan  stock maupun proses penyaluran BBM aman. Bahkan, pihaknya telah menambah pasokan solar bersubsidi di beberapa wilayah yang mengalami kenaikan konsumsi signifikan, seperti Sumatera Barat  yang naik sebesar 10%, Riau 15% dan Sumatera Utara 3,5%.

Terkait terus naiknya harga minyak mentah global, tambah Irto, pihaknya terus melakukan kajian atas tren harga ini. Untuk harga BBM dalam negeri, Pertamina akan mengikuti aturan yang berlaku,"ujarnya. Beleid yang dimaksud yakni Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sampai akhir tahun, sebelumnya Pertamina sempat memproyeksikan  penjualan BBM akan naik 12% jika dibandingkan pada 2020. Hal ini sejalan dengan proyeksi konsumsi BBM 2021 dari Kementerian ESDM yang mencapai 75 juta KL. Lebih baik dari realisasi 2020 yang sebesar 72,41 juta KL. (yetede)

Tags :
#PLN
Download Aplikasi Labirin :