;

Harga Naik Maksimal Rp 5 Juta

16 Sep 2021 Sumatera Ekspres
Harga Naik Maksimal Rp 5 Juta

PALEMBANG - Harga mobil low cost green car (LCGC) yang selama ini dijual di range harga Rp 90 - Rp 150 juta bakal mengalami kenaikan pada 16 Oktober 2021 mendatang. Ini seiring berlakunya PP Nomor 73/2019, Pasal 25 bahwa LCGC dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 % dengan dasar pengenaan pajak (DPP) 20 % dari harga jual.

Secara sederhana, mobil LCGC seperti Toyota Agya-Cayla, Daihatsu Ayla-Sigra, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun, Nissan Datsun dan sejenisnya akan kena pajak barang mewah 3 %. Operation Manager PT Encartha Indonesia (Encar Daihatsu), David Susilo, mengatakan adanya pengenaan PPnBM 3 % untuk mobil LCGC sudah pasti bakal berimbas pada harga dan penjualan dua model milik Daihatsu, Ayla dan Sigra. "Pasti ada imbasnya, seperti kenaikan harga dan penurunan permintaan, tinggal besarannya yang belum bisa diprediksi," ujar David, kemarin. Menurutnya, setiap ada kenaikan harga, di awalnya pasti ada "Customer jadi menunda beli," katanya. Namun untuk meningkatkan minat dan menstimulus market, pihak diler akan semakin gencar mengeluarkan promo. Pihaknya bahkan mengambil momen sebelum harga naik atau dikenakan PPnBM. 

"Biasanya customer jadi keburu beli sebelum harga naik, artinya ada peningkatan demand. Momen ini yang kami manfaatkan," ungkapnya lagi. Dengan pengenaan PPnBM sekitar 3 %, maka plus minus harga mobil LCGC Daihatsu bakal naik kisaran Rp 5 juta. Padahal sejauh ini, model LCGC itu mendominasi pasar Encar Daihatsu, yakni 65 persen dikontribusikan Sigra dan 35 % Ayla.

"Secara total, 2 model LCGC ini memberikan kontribusi penjualan 40 %, sisanya model lain seperti Xenia, Terios, Gran Max, dan lainnya, tegasnya. Adapun mengantisipasi kenaikan harga imbas PPnBM LCGC tersebut, pihaknya menyiapkan promo DP ringan, bunga dan kredit murah, dan lainnya. Walau belum bisa memprediksi penurunan sales, pihaknya minimal 1 mengantisipasi supaya penurunan tidak terlalu dalam. "Mobil LCGC masih tetap yang paling murah dan di Daihatsu ketertarikan dengan mobil LCGC masih tinggi," tambahnya.

Namun, pihaknya pun beruntung dengan adanya insentif PPnBM yang bulan September ini masih dikenakan sebesar 25 % untuk model Xenia, Terios, dan Luxio. "Secara stok memang terbatas, tapi berapa pun jumlah yang ada pasti habis. Kita juga masih tetap berupaya memenuhi kebutuhan indent bulan kemarin," katanya.

Kepala Cabang Astra Daihatsu Plaju, Gusyandri mengatakan pihaknya belum bisa bicara banyak mengenai PPnBM untuk mobil LCGC, pasalnya belum ada informasi resmi dari kantor pusat, termasuk potensi kenaikan harga. "Jadi kalau soal kenaikan harga atau apa pun yang berkaitan itu belum ada informasinya. Kami memang baru tahu dari eksternal, saat ini kami masih menunggu," ucap dia.

Yang jelas, ungkapnya, untuk penjualan Daihatsu pada Agustus turut meningkat lebih baik dari tahun sebelumnya. "Tren penjualan meningkat, tapi kalau normal belum," sebutnya. Penjualan tinggi didorong mobil Sigra dan Gran Max PU (pick up) karena ekonomi mulai bergulir dan masyarakat butuh kendaraan untuk usaha, tetapi dengan harga yang ekonomis dan terjangkau. Sigra dan pick up Daihatsu pun menjadi pilihan, dengan harga mulai Rp 120 jutaan.

Cuma selama PPKM kemarin, sempat terkendala stok. Tapi sekarang stok sudah mulai lancar. Untuk Toyota sendiri, Branch Manager Auto 2000 Veteran, Said Ali mengatakan pihaknya masih harus menghitung angka kenaikan bagi mobil Cayla dan Agya, setelah PPnBM LCGC berlaku. "Cayla dan Agya kan banyak tipenya, masing-masing harganya pun berbeda," jelas Said.

Tapi intinya, pihaknya mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kendati begitu, pihaknya meyakini walaupun PPnBM 3 % diberlakukan serentak pada 16 Oktober mendatang, tidak akan memengaruhi pasar kendaraan. Sekarang dengan adanya insentif PPnBM 25 % pun, konsumen pun masih tetap membeli walaupun sebelumnya insentif yang dikenakan lebih besar 100 %. Memang volume penjualan sedikit berkurang, cuma bukan berarti market Toyota turun. "Sewaktu insentif PPnBM 100 %, orang sudah banyak yang membeli duluan," tegasnya.

Di bulan selanjutnya, tetap ada konsumen yang beli. Setelah perhitungan harga keluar, dalam waktu dekat pihaknya Segera menyampaikan berapa besaran kenaikan harga mobil LCGC dengan PPnBM 3 %. Terpisah, Area Manager Dealer Suzuki Nusa Sarana Citra Bakti, Darwin Wijaya mengatakan pihaknya memiliki mobil LCGC Karimun. Tetapi Darwin belum mau bicara lebih banyak. "Saya belum bisa mengomentari masalah itu (pengenaan PPnBM 3 %, red), karena belum mendapatkan informasi yang resmi, bebernya.

Sementara baik Isuzu mau- pun Mitsubishi sejauh ini tidak memiliki mobil LCGC. Isuzu mayoritas memasarkan commercial car, seperti truk, double cabin atau pick up, dan passenger car di kelas SUV. "Kalau kita tidak memasarkan mobil LCGC" ujar Branch Manager Astra Isuzu Palembang, Dimas Ariananta, kemarin.

Demikian pula diakui Alex Mardinus, Branch Manager PT Berlian Maju Motor (BBM), main dealer Mitsubishi Sumsel. "Kita juga tidak punya mobil LCGC. Kalau pun ada mobil yang lebih murah, seperti Mitsubishi Mirage dengan harga di atas Rp 150 jutaan itu sudah masuk kelas City Car," ungkapnya.

Alex menerangkan untuk penjualan Mitsubishi sendiri, kata dia, sejauh ini sudah lebih baik, bahkan melampaui penjualan normal sebelum pandemi dengan kenaikan 25-30 %. "Ini didorong dengan adanya insentif PPnBM 100 %. Beberapa proyek fleet untuk kendaraan double cabin (Strada Triton)," tuturnya. Proyek fleet itu berasal dari perusahaan tambang migas, dan kelapa sawit. Ditambah adanya pertumbuhan di kelas medium pick up (L300). Sementara, lantaran menurunnya insentif PPnBM menjadi 25 % membuat customer wait and see lagi.


Tags :
Download Aplikasi Labirin :