;
Tags

Jasa

( 106 )

Angin Segar untuk Industri Travel Haji dan Umrah

Sajili 04 Nov 2020 Tribun Timur

Keberangkatan perdana umrah new normal pada 1 November menjadi angin segar bagi industri travel tanah air. “Alhamdulillah keberangkatan perdana ini menjadi angin segar untuk industri travel umrah khususnya masyarakat Sulawesi Selatan setelah 8 bulan non aktif,” kata Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, Ardiansyah Arsyad.

Menurutnya, Pemerintah Saudi terlihat sangat menyambut baik kedatangan peserta umrah new normal ini. Sekretaris AMPHURI Sulampua Andi Candrawali tak menampik umrah new normal ini mengakibatkan biaya membengkak 40 hingga 50 persen dibanding musim normal.

“Inilah konsekuensi yang harus dihadapi. Akan tetapi kupikir ini tidak menjadi penghalang bagi kami juga masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci ini,” ujarnya.


Jumlah Penumpang Transportasi Laut Naik

Sajili 03 Nov 2020 Tribun Timur

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis data perkembangan transportasi selama Agustus hingga September 2020. Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah melalui jaringan streaming, Senin (2/11) mengungkapkan jumlah total penumpang penerbangan domestik yang datang, berangkat dan transit mengalami penurunan 4.08 persen.

“Selama September tahun ini, tidak ada penumpang internasional yang datang, berangkat dan transit di Bandara Hasanuddin,” terang Yos Rusdiansyah.

Sebaliknya, terjadi kenaikan penumpang angkutan laut domestik. Mau itu kedatangan dan keberangkatan. BPS Sulsel mencatat kenaikan 24.81 persen dari 16.733 orang pada Agustus menjadi 20.884 orang di September 2020. Kalau dibandingkan periode sama tahun lalu, jumlah penumpang hanya 73.365 orang atau terjadi penurunan 71.53 persen.


Andalkan KuLo Antar Jemput Barang Masa Pandemi

Sajili 22 Oct 2020 Surya

Platform market place asli Kota Batu, tukunuku.com melebarkan jasa pelayanannya dengan menghadirkan KuLo atau Kurir Lokal. KuLo merupakan jasa antar jemput barang bagi orang-orang yang melakukan transaksi jual beli online di Kota Batu.

Research and Development tukunuku. com, Ifan Desprantika menjelaskan, KuLo sengaja dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen ketika Pandemi Covid-19 melanda Kota Batu, KuLo yang merupakan bagian dari tukunuku.com dibentuk agar para pelaku usaha bisa tetap menjalankan bisnisnya. “Di tukunuku.com ada sekitar 80 mitra yang bergabung, Sebagian besar adalah produksi makanan atau minuman, “ ujar lfan.

Suci Puspitasari, seorang pelaku usaha rengginang di Kota Batu mengaku terbantu dengan hadirnya KuLo. Produknya yang bernama Rengginang Cici tetap terjual. Selain tarif yang relatif murah, KuLo juga dinilainya sangat responsif. “Awalnya dari Instagram. Teman saya mengunggah status dan menandai KuLo, Katanya, itu paling murah di Kota Batu. Maka saya coba sejak tiga bulan lalu,” terangnya, Rabu (21/10).


Jasa Pengiriman Barang Berpotensi Tumbuh

ayu.dewi 01 Oct 2020 Kompas

Masuknya investor ke banyak usaha rintisan (start up) membuka peluang tumbuhnya industi logistik. Wakil sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura untuk startup Indonesia Andreas Surya menyebutkan sepanjang 9 bulan pertama 2020, ada 80 start up yang umumkan mendapatkan pendanaan senilai total 750 juta dollar As-900 juta dollar AS. Investor memandang ada peluang dari perubahan perilaku konsumen. Salah satu dampaknya ke industri logistik. Menurut Co Founder dan CEO Logisly Roolin Hjotosetiadi, teknologi mengefisienkan proses serta memudahkan pelaku dan pengguna jasa pengiriman.

Jasa Pengiriman Barang Berpotensi Tumbuh

Sajili 01 Oct 2020 Kompas

Pemanfaatan teknologi memungkinkan industry logistik bekerja lebih efisien dan berpeluang tumbuh di tengah tekanan permintaan. Menurut Co-Founder dan CEO Logisly Roolin Njotosetiadi, teknologi mengefisiensikan proses serta memudahkan pelaku dan pengguna jasa pengiriman.

Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia Andreas Surya menyebutkan, sepanjang sembilan bulan pertama 2020, ada 80 star up yang mengumumkan mendapat pendanaan senilai total 750 juta dollar AS-900 juta dollar AS, ujarnya, Rabu (30/9/2020).


Selama Pandemi , Bisnis JNE Tumbuh 30%

Sajili 21 Sep 2020 Kontan

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mencatatkan pertumbuhan bisnis sebesar 30% di sepanjang semester I-2020. Vice President Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan, pencapaian itu didorong pula dari pertumbuhan industri logistik dan e-commerce di masa pandemi korona.

“Kebutuhan masyarakat akan layanan jasa pengiriman ternyata semakin tinggi di era pandemi. Peningkatan signifikan berasal dari pengiriman transaksi e-commerce”, jelas dia kepada KONTAN, Jumat (18/9).

“Terjadinya perubahan daya beli dan perilaku masyarakat di masa pandemi dari offline ke online, sehingga industri logistik optimistis bisa menopang perekonomian masyarakat”, ucap Eri.

Sampai akhir tahun, JNE menargetkan pertumbuhan jumlah kiriman lebih dari 30%. Secara konsisten sejak 2010, JNE terus mencetak pertumbuhan 30% setiap tahun.


Maskapai Menambal Pendapatan dari Kargo

Sajili 21 Sep 2020 Kontan

Jumlah penumpang transportasi udara merosot selama pandemi korona menyusul kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19. Untuk menyiasati sepinya volume penumpang, maskapai penerbangan berupaya mengoptimalkan angkutan kargo atau logistik.

Misalnya PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang membuka rute baru khusus kargo. Adapun rute anyar yang mereka buka melingkupi rute domestik maupun internasional. “Kami membuka rute-rute khusus hanya untuk kargo saja, baik domestik maupun internasional”, ungkap Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra kepada KONTAN, Jumat (18/9). Untuk rute domestik khusus yang dibuka tahun ini adalah Makassar, Manado, Surabaya dan Medan. Kemudian, untuk rute internasional antara lain China dan Jepang.

Irfan bilang, Garuda Indonesia mengalami penurunan lini bisnis penumpang hingga 90%. Padahal, biasanya kontribusi bisnis angkutan penumpang bisa mencapai 80% terhadap total pendapatan Garuda. Irfan masih enggan membeberkan terkait target pada lini bisnis kargo tersebut.

Sebelumnya manajemen Garuda Indonesia pernah menyebut lini kargo diharapkan bisa menopang kinerja bisnis 30%-40%. Hal ini lantaran secara tahunan pertumbuhannya tembus 200%. Mengacu laporan keuangan di semester I-2020, pendapatan lini bisnis kargo dan dokumen sebesar US$ 119,48 juta. Realisasi itu menurun 28,22% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 166,46 juta.

Maskapai Sriwijaya Air juga menempuh hal yang sama dengan mengoptimalkan angkutan logistik. “Cukup baik dengan alokasi pesawat yang tersedia saat ini, terlebih untuk kargo, load factor kami meningkat dari tahun lalu bahkan di awal masa pandemi Sriwijaya Air sudah mendorong lini kargo secara maksimal”, sebut Henoch Rudi Iwanudin, Direktur Niaga Sriwijaya Air Group kepada KONTAN, kemarin.

Dalam catatan KONTAN, Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai, industri maskapai penerbangan yang paling terdampak pandemi korona terutama maskapai yang mengandalkan penerbangan rute internasional. “Sampai minimal akhir tahun 2021, penerbangan lintas negara akan sangat ketat dan penumpang nyaris sulit didapatkan”, ucap dia, belum lama ini.


Bisnis Daging Olahan Makin Lezat Saat Pandemi

Sajili 04 Aug 2020 Kontan

Produsen makanan olahan beku siap saji menuai berkah kenaikan penjualan selama pandemi Covid-19. Selain itu, Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menciptakan kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk memasak makanan olahan beku seperti nugget, daging olahan dan sejenisnya.

PT Sierad Produce Tbk (SIPD) lewat anak usaha PT Belfoods Indonesia yang memproduksi nugget dengan merek Belfoods, menuai kenaikan penjualan selam pandemi. Menurut Direktur Utama SIPD Tony Wattemena mengatakan “Secara keseluruhan pasar baik dan tumbuh pesat saat PSBB karena tren memasak dirumah,” kepada KONTAN, Senin (3/8). Tony mengatakan, di saat awal pandemi permintaan frozen food melonjak cukup tajam di ritel modern. Hingga akhir kuartal semester I 2020, segmen penjualan makanan siap saji milik Sierad Produce tercatat tumbuh 9,9% year-on-year (yoy) menjadi Rp. 272,38 miliar. Kontribusi segmen tersebut mencapai 13% dari total pendapatan bersih SIPD di semester I 2020.

Berkah yang sama juga di rasakan PT Sorin Maharasa, produsen sosis, nugget, roulade dan berbagai makanan olahan sejenis lainnya dengan merek seperti Mini Pao, Willy, Mak Nyoss dan lainnya. Menurut Brand Manger PT Sorin Maharasa, Oman Abdur Rahman mengatakan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan di kisaran 60% hingga 90% dibandingkan permintaan sebelum pandemi korona. Saat ini, produk Sorin Maharasa banyak menyasar segmen pasar tradisional dengn kontribusi sekitar 60% hingga 70% dari total penjualan. Hingga Juli tahun ini, Oman mencatat realisasi penjualan Sorin Maharasa sudah mencapai sekitar 80% dari total target di sepanjang tahun 2020.

Berbeda dengan yang di rasakan oleh PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD), Penjualan nya sempat terhambat saat awal pandemi lantaran penutupan ritel modern dan hotel, restoran, dan kafe. Hingga semester pertama tahun ini, penjualan bersih FOOD tercatat turun 22% secara tahunan menjadi Rp. 47,59 miliar. Kontribusi penjualan didominasi oleh daging olahan 63% dan daging mentah 37%. Menurut Direktur Utama FOOD Agustus Sani Nugroho mengatakan “Namun dibandingkan awal pandemi, maka saat ini sudah ada peningkatan. Kami memproyeksikan penjualan di semester dua ini lebih baik dari semester pertama,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (3/8).

Di samping itu,  PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD), untuk mendorong penjualan daging olahan merambah pasar online. Keterbatasan ruang gerak masyarakat di pasar ritel bakal membuat saluran penjualan digital semakin marak, termasuk untuk penjualan produk makanan olahan. “Penjualan online semestinya dapat berkembang, Kami baru saja memulai lewat anak usaha, Kemfood,” ujar Agustus Sani Nugroho, Direktur Utama FOOD kepada KONTAN, Senin (3/8).


Dampak Virus Corona, Manufaktur Berhemat, Periklanan Melambat

tuankacan 17 Mar 2020 Bisnis Indonesia, 17 Maret 2020

Seiring dengan merebaknya isu COVID-19 yang menekan sektor manufaktur, pelaku industri periklanan mengoreksi target pertumbuhan belanja iklan tahun ini menjadi hanya 8% dari proyeksi awal sebesar 10%—12%. Gejala-gejala perlambatan belanja iklan sudah terlihat sepanjang kuartal I/2020. Pasalnya, banyak perusahaan menunda atau membatalkan agenda peluncuran maupun acara-acara penunjang promosi. Asosiasi juga memproyeksikan penurunan pendapatan kotor di industri periklanan. Kinerja belanja iklan tahun ini tergantung pada seberapa cepat pemerintah menangani COVID-19. Jika masalah ini selesai akhir kuartal II/2020, belanja iklan dari pelaku manufaktur akan segera kembali pulih.

Dampak Covid-19, WTO : Perdagangan Jasa Dunia Makin Lesu

ayu.dewi 13 Mar 2020 Kompas, 13 Maret 2020

WTO menyebutkan jasa perdagangan global diperkirakan terus melemah mulai akhir 2019 hingga triwulan I-2020. Proteksi perdagangan dan wabah Covid-19 merupakan 2 faktor utama yang mempengaruhi perlambatan perdagangan jasa dunia. Barometer perdagangan jasa dunia pada akhir 2019 sebesar 96,8 atau dibawah ambang batas ideal (100). WTO menyebutkan penurunan indeks terbesar ada di sektor jasa perjalanan udara penumpang dengan indeks 93,5 dan pengiriman peti kemas 94,3 yang pertumbuhanya sudah moderat sebelum wabah Covid-19.