Industri lainnya
( 1893 )Industri TPT Mulai Pulih
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mulai pulih dari hantaman pandemic Covid 19, industry padat karya ini diperkirakan tumbuh 1 % dibanding 2020 sebesar 8,8 %. Dirjen Industr Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam menuturkan, kuartal IV-2021, industry TPT sudah tumbuh 1 %, kemenperin membantu pemulihan industry TPT dengan pengendalian impor dan pengenaan trade remedies untuk pengamanan pasar dalam negeri, melalui rekomendasi impor, bea masuk anti dumping (BMAD), serta bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard. Khayan mengatakan, kemenperin sedang menata industri TPT agar menjadi kontributor ekspor terbesar Indonesia yang dipegang CPO. Ekspor TPT Januari – Oktober 2021 naik 19 % jadi USD 10,52 miliar. Untuk itu Kemenperin fokus melakukan harmonisasi dari hulu sampai hilir. Selain itu kemenperin mendorong pelaku industri TPT melakukan perubahan teknologi melalui restrukturisasi mesin dengan potongan harga melalui APBN, dengan potongan 10 % untuk impor dan diskon 25 % untuk pembelian alat di dalam negeri. (Yoga)
Industri Makanan dan Minuman, Impor Susu Bakal Meningkat Lagi
Pelaku industri makanan dan minuman memperkirakan kebutuhan impor bahan baku produk susu pada tahun depan meningkat lagi, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi pabrik dan konsumsi masyarakat. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman Adhi mengatakan konsumsi produk susu mengalami kenaikan signifikan selama pandemi Covid-19. Hal itu mendorong masuknya investasi baru di industri makanan dan minuman. “Selama pandemi banyak yang mencari produk bergizi dan susu dianggap sebagai salah satu produk dengan kriteria tersebut. Peningkatan luar biasa pada konsumsi membuat pabrik sampai beroperasi dengan kapasitas penuh,” katanya ketika dihubungi, Rabu (8/12).
Dia mengatakan pertumbuhan investasi di industri makanan dan minuman mayoritas disumbang oleh perusahaan asing. Dia menyebutkan kenaikan penanaman modal asing (PMA) di industri makanan dan minuman mencapai 75% pada periode Januari sampai September 2021, dengan sebagian besar masuk di sektor produk susu. “Kami perkirakan pada 2022 investasi baru yang mulai beroperasi bakal membuat impor bahan baku meningkat daripada 2021, kontribusinya mungkin bisa sampai 80% dari kebutuhan bahan baku,” tambahnya.
Prospek Industri, Konsumsi Semen Terus Merangkak Naik
Kendati belum dapat kembali ke level sebelum pandemi, konsumsi semen nasional telah mampu mencatatkan pertumbuhan 5,5% secara year-on-year (YoY) sampai dengan Oktober 2021. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat total konsumsi semen di dalam negeri mencapai 6,56 juta ton pada Oktober 2021. Adapun, secara kumulatif sejak awal tahun, konsumsi semen tercatat sebanyak 53,49 juta ton.Sementara itu, ekspor klinker dan semen mencapai 1,07 juta ton pada bulan lalu dengan negara tujuan Bangladesh, Australia, Sri Lanka, Timor Leste, dan Brunei Darussalam. Adapun, kawasan yang paling banyak menyerap semen pada bulan lalu, yakni Jawa dengan total konsumsi 3,57 juta ton atau naik 6,5%. Selanjutnya, Sumatera sebanyak 1,33 juta ton atau turun 2,8%.Selanjutnya, Kalimantan 0,42 juta ton naik 14,6%, Sulawesi 0,64 juta ton atau 15,5%, Bali dan NTT 0,37 juta ton naik 13%, serta Maluku dan Papua sebanyak 0,19 juta ton, turun 10,1%.
Industri Makanan dan Minuman, Nestle Serap 50.000 Ton Kopi Lampung
PT Nestle Indonesia membeli biji kopi di Tanggamus, Lampung sebanyak 50.000 ton atau setara US$50 juta per tahun untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman itu. Technical Director Nestle Indonesia Jean-Luc DeVuyst mengatakan pembelian kopi itu merupakan komitmen perusahaan memperkuat kemitraan dengan petani kopi di wilayah Tanggamus, Lampung. “Selama 50 tahun di Indonesia, kami telah berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia dengan tujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” katanya dalam peringatan 50 Tahun Nestle Indonesia di Tanggamus Lampung, Kamis (4/11). Hingga kini, tim AgriService Nestlé telah bekerja sama dengan lebih dari 20.000 petani kopi di Tanggamus dan Lampung Barat. Nestlé juga memberikan pelatihan tentang praktik pertanian yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas biji kopi. “Sebanyak 55 kebun percontohan milik petani telah berhasil dibangun bersama para petani dan mencapai hasil yang menggembirakan,” lanjut DeVuyst. Untuk mencapai emisi karbon net-zero, Nestle juga telah menanam satu juta pohon di sekitar perkebunan kopi Lampung dan menerapkan metode tumpang sari.
PPKM Level 2, Industri Bioskop Mulai Bangkit
Penurunan level Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jadi angin segar industri bioskop di Kota Makassar. Sebagaimana diketahui, saat ini Makassar saat ini berada di PPKM level 2.
Beberapa kelonggaran pun berikan pemerintah, termasuk pembukaan kembali bioskop. Dulunya mal diharuskan tutup pukul 20.00, kini menjadi pukul 21.00. Jam pertunjukan bioskop pun yang sebelumnya hanya hingga sore hari, sudah menjadi semakin panjang hingga malam hari.
Bisnis Logistik KAI Incar Industri Pabrik
Direktur Niaga PT KAI, Dadan Rudiansyah menjelaskan, Visi KAI yakni menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia. Untuk itu, KAI akan terus melakukan penggalian potensi angkutan penumpang dan angkutan barang dengan relasi yang baru.
KAI menghadirkan layanan angkutan barang dengan kereta api pada titik-titik strategis, seperti pelabuhan dan kawasan industri. Hadirnya jalur tersebut bertujuan agar para pelaku usaha lebih mudah mengakses layanan angkutan kereta api.
KAI juga terus melakukan banyak berbagai upaya untuk peningkatan pelayanan, mulai dari kualitas prasarana, sarana dan kecepatan KA, sehingga dapat memberikan distribusi logistik yang efektif dan efisten untuk mendukung pendistribusian barang melalui transportasi kereta api.
Progres Penanganan Pandemi, Geliat Industri Jamu Melandai
Membaiknya kondisi pandemi Covid-19 membuat permintaan terhadap produk-produk kesehatan mulai melandai. Geliat industri jamu di dalam negeri pun lambat laun mereda. Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Dwi Ranny Pertiwi mengatakan sampai dengan Agustus 2021, industri masih mencatatkan pertumbuhan permintaan meski kemudian turun pada bulan berikutnya. Pada tahun lalu, penjualan sempat menurun karena pengetatan pergerakan masyarakat. Kondisi itu berubah pada akhir 2020 hingga 2021 dengan adanya kenaikan permintaan seiring dengan animo akan produk penunjang imunitas. “Pada 2021 mulai naik dan kemudian stabil. Naiknya sekitar 3%—5%. Sekarang agak melandai karena orang banyak yang sudah sehat,” kata Dwi kepada Bisnis, Senin (11/10). Dia mengatakan melonjaknya permintaan jamu karena pandemi sempat memunculkan kelangkaan bahan baku di pasaran. Kini, kendala tersebut sudah mulai teratasi dengan perluasan lahan tanaman obat atau peternakan bagi produsen yang memanfaatkan bahan hewani.
Insentif Pajak Selamatkan Industri Multifinance
Perpanjangan penerapan diskon Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru bakal meningkatkan bisnis industri pembiayaan (multifinance) hingga akhir tahun. Namun sejauh ini dampak perpanjangan insentif PPnBM itu belum menjadikan kinerja pembiayaan positif. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno. mengatakan, perpanjangan diskon PPnBM membawa optimisme lebih pada kinerja industri. "Insentif PPnBM ini kami lihat akan menjaga minat masyarakat terhadap pembelian mobil, dan kalau target industri otomotif terlampaui di akhir 2021, kontraksi outstanding kami bisa ditekan 1% sampai 3% saja," kata Suwandi, Rabu (29/9).
China akan Bangun Pabrik Baterai Lithium Rp 4,9 T di RI
Perusahaan baterai lithium China, Shenzhen Chengxin Lithium Group Co Ltd bersama afiliasi raksasa perusahaan baja dan nikel Tsingshan Holding Group akan membangun pabrik baterai lithium di Indonesia senilai US$ 350 juta, setara Rp 4,9 triliun (asumsi kurs: Rp 14.200). Investasi tersebut ditujukan untuk memenuhi permintaan dari sektor baterai kendaraan listrik (EV). Chengxin mengatakan para mitra akan membangun pabrik untuk membuat bahan kimia lithium di Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.
Produsen baterai lithium itu mengatakan pabriknya akan menghasilkan 50.000 ton lithium hidroksida per tahun dan 10.000 ton lithium karbonat per tahun. Tapi belum dijelaskan kapan pabrik dibangun.
Industri Logistik Meningkat Drastis Saat Pandemi
Industri logistik Indonesia berkembang di tengah pandemi. Pembatasan aktivitas masyarakat mendorong arus pengiriman barang meningkat drastis. Data dari Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), mencatat arus pengiriman barang di Indonesia selama pandemi bertumbuh hingga 40%.
Arman mengatakan, tumbuhnya potensi pertumbuhan sektor logistik diiringi banyaknya pemain baru yang masuk, membuat pihaknya melihat potensi bisnis untuk mengembangkan layanan satu pintu.
"Melihat potensi pertumbuhan industri logistik yang masih besar di masa mendatang dengan berbagai tantangannya, kami melahirkan AGROS untuk menjawab satu per satu tantangan yang ada. Kami menyediakan segala kebutuhan dari hulu ke hilir agar semua pihak dalam industri ini dapat menikmati benefitnya," ujarnya.









