;
Tags

Perlambatan Ekonomi

( 71 )

Varian Omicron Berdampak Terhadap Kinerja Hotel di Jakarta

KT1 18 Feb 2022 Investor Daily

Meningkatnya Covid-19 varian Omicron pada akhir Januari 2022 yang tembus 6.000 kasus perhari di Jakarta, diperkirakan akan memperlambat laju pemulihan kinerja hotel sampai pertengahan tahun. Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Raharjo mengatakan, meningkatnya kasus harian Omicron  di Jakarta, berdampak besar terhadap kinerja dan okupansi hotel meski pada semester II-2021 mengalami peningkatan signifikan, namun PPKM mempengaruhi kinerja hotel. Selain ini, kata Arief, masih ada pembatasan penerbangan Internasional yang masuk ke Indonesia  dan Jakarta sesuai dengan peraturan resmi dari IATA dan Kantor Imigrasi, membuat permintaan kamar hotel khusunya segmen hotel kelas atas hingga hotel mewah masih lemah dan menekan pertumbuhan Avarage Daily Rate. (Yetede)

2022, Konsumsi Semen Dalam Negeri diproyeksikan Tumbuh 5%

KT1 25 Jan 2022 Investor Daily

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, meski kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 belum pulih 100%, konsumsi semen dalam negeri pada 2021 telah  mengalami peningkatan sekitar 5,9%. Adapun untuk tahun ini, kenaikan konsumsi semen dalam negeri diperoyeksikan berkisar 5%. "Melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan, maka untuk tahun 2022 diperkirakan untuk kenaikan konsumsi semen dalam negeri berkisar 5%," kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso,Minggu (23/1).  Adapun untuk realisasi bulan Desember 2021, lanjut dia, tidak seperti yang diharapkan dimana total penjualan dalam negeri  tidak ada peningkatan. Hal tersebut karena banyak musibah banjir, meletus Gunung, dan lain-lain, serta kegiatan Nataru sehingga hanya mengalami pertumbuhan 0,7%. "Total konsumsi dalam negeri bulan Desember 2021 menjadi sebesar 11,6 ton dibandingkan tahun lalu sekitar 9,2 juta ton. (Yetede)

Bantuan Anggaran Susut, Rakyat Harus Bersiap

KT1 03 Jan 2022 Kontan

Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah mengelontorkan dana besar Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program PEN berlangsung sejak 2020 guna membantu masyarakat dan pengusaha mengurangi dampak pandemi. Berdasarkan catatan KONTAN, realisasi penyaluran anggaran PEN 2020 mencapai Rp 575,8 triliun. Adapun dana yang digelontorkan mencapai Rp 396,3 triliun berupa anggaran kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan usaha mikro, kecil dan menengah. Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut, anggaran PEN 2022 terlalu kecil. Padahal, tantangan pada tahun ini semakin kompleks. Bhima juga menilai, anggaran sosial dalam PEN idealnya berkisar antara Rp 200 triliun hingga Rp 300 triliun agar sejalan dengan ancaman inflasi yang rentan menggerus daya beli. (Yetede)

Bahan Baku Tekstil, Antisipasi Kendala Pasokan China

KT1 04 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Belum selesai dengan kemacetan pengapalan karena kelangkaan container dan ongkos kirim yang melonjak, krisis energi yang terjadi di China kini mengancam bahan baku textil untuk industri dalam negeri. Hingga saat ini sebagian besar bahan baku untuk industri tekstil dalam negeri masih dipasok oleh Negeri Panda tersebut. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Elis Masitoh mengatakan kendala ini dapat menjadi dorongan bagi pelaku industri hulu untuk memaksimalkan suplai bahan baku lokal. Pasalnya, lanjut Elis,  Industri tekstil dan pabrik tekstil (TPT) Indonesia memilki struktur yang lengkap, mulai dari hulu (serat dan benang), antara (kain), hingga hilir (garmen). 

Adapun, Kemenperin menargetkan penurunan impor di sekitar TPT dan alas kaki senilai Rp21,02 triliun sepanjang tahun ini, untuk mencapai target substitusi impor 35% pada 2022. Selain kendali suplai bahan baku dari China, harga kapas di pasar dunia juga tengah melonjak karena cuaca buruk merusak panen di Amerika Serikat. Namun demikian, Elis mengatakan Indonesia tidak lagi bergantung pada kapas sebagai bahan baku tekstil karena telah bergeser ke bahan substitusi, yakni rayon dan poliester.  Sementara itu, Asosiasi pertekstilan Indonesia (API) menyebutkan kemandirian bahan baku lokal sebagai solusi jangka panjang mengatasi gangguan rantai pasok industri tekstil, termasuk yang saat ini dipicu oleh krisis listrik di China.

Sekretaris Jendral API Rizal Tanzil Rakhman mengaku sebagian besar bahan baku tekstil Indonesia masih didatangkan dari China sehingga krisis ini lambat laun akan menekan pelaku industri dalam negeri. "Kalau mau jangka panjang ya kemandirian bahan baku. Itu jadi solusi, kita jadi tidak bergantung pada negara  lain sehingga industri lokalnya bagus." kata Rizal kepada Bisnis. Dia menerangkan kendala listrik di China saat ini belum berdampak signifikan pada suplai bahan baku tekstil. Namun dampaknya diperkirakan segera dirasakan jika kondisi ini berkepanjangan. (yetede)

Survei Cigna : Indeks Persepsi Kesejahteraan Indonesia 2021 Turun

Sajili 30 Sep 2021 Surya

Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir membuat tingkat kesejahteraan masyarakat dunia, termasuk Indonesia melemah. Hasil survei skor kesejahteraan 360° Cigna pada kuartal kedua 2021 menunjukkan, indeks persepsi kesejahteraan Indonesia 2021 tercatat sebesar 63,8 poin atau lebih rendah dari tahun 2019 yakni 65,4 poin dan 66,3 poin di 2020.

Pelemahan indeks persepsi kesejahteraan ini terjadi di 21 negara yang disurvei akibat dampak pandemi Covid-19. Kendati demikian, indeks persepsi kesejahteraan Indonesia tahun 2021 masih lebih baik dari Singapura 59,2 dan Thailand 62,5.

President Director & CEO Cigna Indonesia, Phil Reynolds, mengatakan, Cigna menjalankan survei tersebut secara rutin selama tujuh tahun terakhir dengan tujuan memahami persepsi orang-orang tentang kesejahteraan.

Hasil survei ini mengonfirmasi data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin secara nasional pada Maret 2021 sebanyak 27,54 juta jiwa atau naik 1,12 juta orang (meningkat 0,36 persen) dibanding Maret 2020.


Garuda Indonesia Rugi Rp 13,1 Triliun

Sajili 01 Sep 2021 Tribun Timur

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar 904,9 juta dollar AS atau setara Rp13,1 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dollar AS) pada semester I-2021.

Kerugian tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 728,15 juta dollar AS atau setara Rp10,5 triliun.

Dilansir dari laporan keuangan perusahaan dengan kode emiten GIAAitu, Selasa (31/8/2021), kenaikan rugi bersih perseroan selaras dengan merosotnya pendapatan usaha sepanjang periode Januari-Juni 2021.


Harga Sepeda Anjlok Hingga 40 Persen Selama PPKM

Sajili 24 Aug 2021 Sinar Indonesia Baru

Pelaku industri sepeda menyebut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM menambah tekanan pada tren pembelian sepeda yang melandai sejak booming tahun lalu.

Ketua Forum Pengusaha Industri Sepeda Indonesia (Fopsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan akibatnya banyak produsen dan penjual menurunkan harga. Menurut Eko, jika tahun lalu sepeda lipat rerata di atas Rp 2 juta sekarang sudah turun di bawah Rp 2 juta.

Pengusaha mematok penjualan nasional pun di level sangat pesimistis atau bakal turun 50 persen dari perolehan tahun lalu.

Menurut Eko, tahun lalu penyerapan produk sepeda mencapai lebih dari  7 juta unit. Artinya, jika tahun ini penjualan sepeda bisa berada di level 3,5 jutaan saja maka kinerja masih terbilang baik untuk para produsen maupun importir.


Hanya 1 Perusahaan Masukkan Dokumen Tender Tol Patimban

KT1 10 Aug 2021 Investor Daily, 10 Agustus 2021

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan hanya ada satu perusaan  konsorsium yang memasukkan dokumen lelang Akses Tol Patimban yang  yang dilakukan pada 2 Agustus 2021. Padahal sebelumnya sebanyak 15 perusahaan, termasuk empat  perusahaan asing asal Jepang dan Tiongkok, telah meminati lelang pengusahaan jalan Tol Akses Patimban dan mengambil dokumen prakualifikasi. "Progres lelang Tol Akses Patimban saat ini sedang evaluasi dokumen PQ. Terdapat satu perusahaan konsorsium yang memasukkan dokumen," ungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPP Danang Parikesit kepala Investor Daily melalui pesan singkat. Senin (9/8).

Danang pun optimis bisa sesuai dengan target kontstruksi fisik proyek Akses Toll Patimban  pada 2022 sesuai harapan. "Apabila pengadaan tanah dapat selesai sesuai rencana, konstruksi jalan Tol Akses Petimban dapat dimulai pada 2022," papar Danang. Jalan Tol Akses Petimbang memiliki panjanga 37,05 kilometer dengan dengan nilai investasi sebesar Rp 4,32 trilliun.

Sebelumnya, Danang sempat mengatakan proses lelang pengusaha jalan tol mengalami kendala terkait pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas,  terutama pada masa PPKM. Lebih lanjut Danang menjelaskan, PPKM juga berdampak pada proses lelang jalan tol, seperti tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Gilimanusk-Mengwi, dan Cikunir-Ulujami. Danang menjelaskan proyek tol yang tengah menjalani tahap lelang adalah proyek, Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang saat ini sudah masuk dalam tahap evaluasi pelelangan diiukuti oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Daya Mulya Turangga-PT Gama Group-PT Jasa Sarana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (YTD)

Sulit Bertahan di Kuartal Ketiga

Sajili 06 Aug 2021 Koran Tempo

Para pelaku usaha berharap gelombang penularan Covid-19 segera reda sehingga tak perlu lagi ada perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Shinta Kamdani, bertutur bahwa tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 hanya dapat dipertahankan bila kegiatan bisnis dibuka.

Indonesia baru keluar dari jurang resesi karena perekonomian pada kuartal II 2021 naik 7,07 persen secara tahunan. Badan Pusat Statistik melaporkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Indonesia pada kuartal II 2021 mencapai Rp 4.175,8 triliun. Adapun pertumbuhan ekonomi sepanjang semester 1 2021 naik 3,31 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ekonomi bisa saja berlanjut ke kuartal ketiga pada kisaran 5-6 persen. Namun proyeksi itu akan sulit tercapai jika PPKM berlanjut karena angka kasus positif Covid-19 tak juga turun. Kalau PPKM level 3 atau 4 diteruskan, pertumbuhan hanya akan mencapai 3,5-4 persen, tergantung tingkat relaksasi.

Josua memprediksi PPKM darurat dan PPKM level 4 akan menekan tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2021 ke kisaran 2,75-3,25 persen.


Pikul Beban Ganda, Asosiasi Minta Keringanan Industri HPTL

Sajili 03 Aug 2021 Sinar Indonesia Baru

Asosiasi Penghantar Nikotin elektrik (Apnnindo) meminta keringanan kepada pemerintah untuk pelaku industri hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) karena beban ganda yang dipikul oleh pelaku industri tersebut pada masa pandemi Covid-19.

Ketua Apnnindo Roy Lefrans mengatakan pada saat pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Industri HPTL menjadi salah satu yang paling terpukul karena selain beban tarif cukai yang tinggi, saat ini sudah terkena dampak penurunan daya beli masyarakat.

Roy menjelaskan akibat pandemi banyak toko-toko pengecer HPTL yang gulung tikar akibat berkurangnya kunjungan konsumen. Meski tak menyebut angka pasti, namun Roy mengatakan jumlah peritel HPTL yang gulung tikar cukup signifikan, sehingga berdampak langsung kepada penyerapan tenaga kerjanya.

Lantaran masih baru pula, industri HPTL masih ditopang pelaku usaha skala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang pertumbuhannya masih sangat terbatas. Oleh karenanya yang menjadi fokus industri HPTL saat ini adalah untuk mempertahankan keberlangsungan industri tanpa perlu melakukan pengurangan pekerja.

Melansir keterangan dari Kementerian Parindustrian, meski relatif baru, pertumbuhan Industri HPTL sejatinya terjadi cukup signifikan. Tahun lalu diperkirakan ada lebih dari 50 ribu pekerja yang diserap industri ini. Lebih lanjut ada sekitar 500 produsen, 150 distributor atau importir, dan lima ribu lebih pengecer.

Untuk meringankan beban sekaligus menjaga keberlangsungan industri serta pemasukan negara, Apnnindo berharap pemerintah dapat memberikan keringanan terhadap industri HPTL Misalnya dengan mengatur ulang atau setidaknya tidak meningkatkan tarif cukai HPTL, sebab saat ini industri HPTL telah menanggung tarif cukai yang tinggi, sebesar 57 persen dari harga jual eceran (HJE).

Insentif baik fiskal maupun non fiskal juga diharapkan Appnindo dapat diberikan oleh pemerintah guna menjaga kebertahanan industri HPTL Termasuk juga agar penanganan pandemi dapat dilakukan secara efektif, guna meningkatkan kembali daya beli masyarakat.