World
( 19 )Ekonomi Hancur, Pembangunan Mundur
Microsoft dan OpenAI akan meluncurkan AI Search Engine pada Bing versi terbaru
Microsoft Baru-baru ini mengumumkan akan merilis versi terbaru dari Bing yang akan dibekali dengan teknologi OpenAI. Mereka berupaya untuk terus berinovasi dan menunjukkan pelayanan terbaik bagi penggunanya.
CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan bahwa perilisan Bing ini adalah bagian dari upaya mereka untuk merevolusi teknologi search engine. Ia berpendapat bahwa dengan teknologi OpenAI, kualitas jawaban yang diberikan Bing akan jauh lebih baik dan memiliki tingkat fidelitas yang tinggi.
Dengan mengintegrasikan fitur chat ke dalam search engine, pengguna sekarang dapat berinteraksi dengan natural language dan mendapatkan jawaban yang sesuai dengan yang inginkan. Bahkan, Bing sekarang dapat berperan sebagai "co-pilot" bagi penggunanya untuk membantu menyederhanakan informasi dalam website atau dokumen.
Melihat inovasi yang dilakukan oleh Microsoft dan OpenAI, dapat diprediksi bahwa Bing berusaha untuk memimpin pasar AI search engine. Teknologi AI yang diterapkan akan terus berkembang dan membantu penggunanya untuk bekerja dan berinteraksi dengan search engine dengan lebih efisien.Indonesia Ajukan Banding Atas Putusan WTO
JAKARTA, ID - Pemerintah Indonesia mengajukan upaya banding atas keputusan panel Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai sengketa kebijakan larangan ekspor nikel. Keputusan panel diterbitkan pada 17 Oktober 2022 menyusul gugatan Uni Eropa yang tercatat dalam sengketa DS 592. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, sengketa DS 592 WTO memutuskan bahwa kebijakan larangan ekspor dan kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral dalam negeri terbukti melanggar ketentuan WTO. “Pemerintah berpandangan bahwa keputusan panel belum memiliki kekuatan hukum yang tetap sehingga masih terdapat peluang banding dan tidak perlu mengubah peraturan atau bahkan mencabut kebijakan yang dianggap tidak sesuai sebelum keputusan diadopsi oleh dispute settlement body,” kata Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (21/11). (Yetede)
Menguatkan Kembali Relasi Penghuni Bumi
Perubahan besar telah terjadi di Bumi. Platform digital global menciptakan gelembung informasi. Pandemi dan perang membatasi gerak orang dan barang. Dunia yang kian menyatu tak berbatas, kini menjadi penuh sekat. Banyak ahli memprediksi situasi ini akan membalikkan arah globalisasi dan jadi pertanda awal terjadinya deglobalisasi. Sampul majalah The Economist pun memberi judul ”Reinventing Globalisation”. Virus SARS-CoV-2 dan berbagai variannya semakin memutus interaksi penghuni Bumi. Pembatasan sosial berskala besar bahkan memutus interaksi fisik. Interaksi sosial menjadi terbatas dan berjarak. Pertemuan tatap muka berganti tatap layar. Perang Ukraina-Rusia yang diikuti pemberian sanksi ekonomi oleh negara-negara sekutu AS lebih memutus lagi relasi warga Bumi. Tidak hanya membatasi mobilitas orang, tetapi juga barang, bahkan peredaran uang.
Menghubungkan kembali relasi manusia di Bumi menjadi tugas utama ke depan. No one safe until everyone is. Semua manusia di Bumi hendaknya kembali terhubung dan bersinergi. Keselarasan bahkan perlu dibangun tidak saja antar sesama, tetapi juga dengan alam dan binatang yang juga menghuni Bumi. Gordon Allport, ahli psikologi AS, menjelaskan arti pentingnya kontak dalam membangun peradaban. Kisah pertemuan dua bersaudara kembar identik, Constand dan Abraham Viljoen, dengan Nelson Mandela, yang berhasil mencegah perang saudara jelang pemilu multirasial di Afrika Selatan, menjadi bukti betapa penting sebuah kontak. HUT Ke-57 Kompas mengangkat tema rekoneksi. Dengan saling terhubung, kita, bangsa, dan dunia akan jadi lebih baik. (Yoga)
12 Juta Tiket Piala Dunia 2022 Sudah Ludes Terjual
Sekitar 1,2 juta tiket Piala Dunia 2022 di Qatar sudah ludes terjual. Ketua penyelenggara Hasan Al-Thawadi mengungkapkan, ada permintaan tiket yang memecahkan rekor untuk piala dunia yang diadakan pada November dan Desember tahun ini yang pertama kali diadakan di Timur Tengah. "Saya kira sekitar 1,2 juta tiket telah dibeli. Orang sungguh membelinya dan bersemangat untuk datang ke sana. Tidak ada keraguan soal itu," ujar Hassan At-Thawadi ke Forum Ekonomi Qatar seperti dilansir Beritasatu.com. Sejumlah penggemar sepak bola akan tinggal di 1.000 tenda tradisional Qatar, sementara yang lain akan tidur di kapal pesiar yang berlabuh di Doha. Putaran piala dunia akan digelar pada 21 November-18 Desember 2022. (Yetede)
Mochtar Riady: Kolaborasi BRICS Harus untuk Dunia
Founder dan Chairman Lippo Group Dr Mochtar Riady menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi antarnegara anggota BRICS tidak hanya dibatasi oleh lima negaranya, tapi juga untuk dunia, sehingga menghasilkan sinergi yang bermanfaat bagi masa depan global. Hal ini disampaikan pada BRICS Business Forum 2022 yang berlangsung dengan format hybrid pada Rabu (22/6) dari Beijing, Tiongkok. BRICS yang merupakan akronim dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, yakni perkumpulan lima negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akronim ini pertama kali dicetuskan oleh Goldman Sach pada 2021. Negara-negara BRICS dinilai memiliki keunggulan masing-masing yang dapat menjadi dasar saling melengkapi. "Kita perlu menampilkan keunggulan masing-masing dan dengan bersatu kita bisa mendapat manfaat. Saya menyadari bahwa lima negara BRICS memiliki sebaran geografis yang luas, mencakup Asia, Amerika Latin, dan juga Afrika," katanya. (Yetede)
Inggris Pajaki Raksasa Minyak
Pemerintah Inggris pada Kamis (25/5) mengumumkan paket bantuan miliar pound bagi para konsumen terdampak lonjakan tagihan energi. Untuk membiayainya, Pemerintah Inggris mengenakan pajak windfill sementara atas nama raksasa minyak. Pengenaan pajak tersebut menunjukkan pemerintah Perdana Menteri (PM) Boris Jhonson menelan ludah sendiri. Karena sebelumnya bersikukuh bahwa pajak seperti itu akan menghambat upaya para raksasa minyak untuk investasi di energi hijau. "Tapi ada peluang untuk mengenakan pajak atas laba secara adil sambil tetap memberi insentif atas investasi," kata Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak. Pemerintah bertindak setelah inflasi tahunan Inggris pada bulan lalu melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun akibat lonjakan biaya energi. Lonjakan pengeluaran itu membuat nafas para konsumen Inggris kembang-kempis sampai gajian berikutnya. (Yetede)
Warga di Luar Negeri di Minta Kirim Uang
Pemerintah Sri Langka pada Rabu (13/4) mendesak warga di luar negeri atau ekspatriat untuk mengirim uang untuk membantu membayar dua kebutuhan rakyat paling mendesak saat ini, yakni makanan dan bahan bakar minyak, atau BBM. Desakan ini keluar setelah sehari sebelumnya, pemerintah mengumumkan gagal bayar untuk semua utang luar negeri yang mencapai US$ 51 miliar. Negara pulau di Asia Selatan ini sedang berada dalam cengkraman krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada 1948. Pemerintah terus berusaha mengatasi kemarahan rakyat yang semakin berkobar. Protes pengunduran diri pemerintah. Sementara negosiasi untuk menerima dana talangan IMF belum dimulai. Gubernur Bank Sentral Sri Langka Nandalal Weerasinghe mengatakan bahwa negara membutuhkan bantuan warga Sri Langka yang berada diluar negeri. "Untuk mendukung negara pada saat yang genting ini dengan menyumbangkan devisa yang sangat dibutuhkan," katanya. (Yetede)
Warga di Luar Negeri di Minta Kirim Uang
Pemerintah Sri Langka pada Rabu (13/4) mendesak warga di luar negeri atau ekspatriat untuk mengirim uang untuk membantu membayar dua kebutuhan rakyat paling mendesak saat ini, yakni makanan dan bahan bakar minyak, atau BBM. Desakan ini keluar setelah sehari sebelumnya, pemerintah mengumumkan gagal bayar untuk semua utang luar negeri yang mencapai US$ 51 miliar. Negara pulau di Asia Selatan ini sedang berada dalam cengkraman krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada 1948. Pemerintah terus berusaha mengatasi kemarahan rakyat yang semakin berkobar. Protes pengunduran diri pemerintah. Sementara negosiasi untuk menerima dana talangan IMF belum dimulai. Gubernur Bank Sentral Sri Langka Nandalal Weerasinghe mengatakan bahwa negara membutuhkan bantuan warga Sri Langka yang berada diluar negeri. "Untuk mendukung negara pada saat yang genting ini dengan menyumbangkan devisa yang sangat dibutuhkan," katanya. (Yetede)
Warga di Luar Negeri di Minta Kirim Uang
Pemerintah Sri Langka pada Rabu (13/4) mendesak warga di luar negeri atau ekspatriat untuk mengirim uang untuk membantu membayar dua kebutuhan rakyat paling mendesak saat ini, yakni makanan dan bahan bakar minyak, atau BBM. Desakan ini keluar setelah sehari sebelumnya, pemerintah mengumumkan gagal bayar untuk semua utang luar negeri yang mencapai US$ 51 miliar. Negara pulau di Asia Selatan ini sedang berada dalam cengkraman krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada 1948. Pemerintah terus berusaha mengatasi kemarahan rakyat yang semakin berkobar. Protes pengunduran diri pemerintah. Sementara negosiasi untuk menerima dana talangan IMF belum dimulai. Gubernur Bank Sentral Sri Langka Nandalal Weerasinghe mengatakan bahwa negara membutuhkan bantuan warga Sri Langka yang berada diluar negeri. "Untuk mendukung negara pada saat yang genting ini dengan menyumbangkan devisa yang sangat dibutuhkan," katanya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023






