Korporasi
( 1557 )Aksi Korporasi KCBLN Diharapkan Dorong Intermediasi
PENDANAAN EMITEN : Anak SSIA Raih Kredit Sindikasi
Anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengantongi fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk refi nancing, serta pengembangan Subang Smartpolitan.Direktur Surya Semesta Internusa The Jok Tung menjabarkan, dua anak usaha perseroan yang memperoleh pijaman berjangka senior dari BCA dan SMI ialah PT Suryacipta Swadaya (SCS) dan PT Jaya Semesta Utama (JSU). Hal itu tertuang dalam perjanjian yang diteken pada 22 November 2023.
“Pinjaman akan digunakan untuk pelunasan utang perseroan kepada International Finance Corporation dan pengembangan Subang Smartpolitan,” katanya.
Per 30 September 2023, SSIA mencatat utang berbunga mencapai Rp2,33 triliun atau naik 2,2% dari Rp2,27 triliun pada kuartal sebelumnya. Pada 9 bulan 2023, rasio utang per ekuitas (gearing ratio) SSIA sebesar 54,9%.Pada perkembangan lain, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) baru-baru ini juga menandatangani fasilitas baru. Pada 20 November 2023, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) telah menandatangani perjanjian fasilitas dengan komitmen Rp240 miliar dari PT Bank CTBC Indonesia. Fasilitas itu akan jatuh tempo pada 20 November 2024.
Gempor Akibat Lesunya Pasar Ekspor
Emiten saham furnitur, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), tengah berjuang mempertahankan bisnisnya di tengah pelemahan permintaan mebel dan komponen bangunan (
building component
) di pasar ekspor.
Pada kuartal III-2023, kinerja keuangan WOOD lesu darah. Penjualan bersih WOOD turun 56,04% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 1,71 triliun. Penjualan
building component
turun terdalam, sebesar 62,74% yoy, menjadi Rp 898,43 miliar.
Bersamaan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk WOOD juga terjun 80,33% yoy menjadi Rp 59,14 miliar.
Fajar Andika,
Investor Relation
Integra Indocabinet bilang, penjualan furnitur dan
building component
memiliki korelasi yang kuat dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Ini mengingat mayoritas ekspor WOOD ditujukan ke Negeri Paman Sam.
Dalam catatan KONTAN, Integra Indocabinet memangkas proyeksi penjualannya menjadi turun sekitar 40%--50% pada tahun ini. Walau demikian, manajemen WOOD optimistis perekonomian AS bisa berangsur-angsur pulih.
Jika ekonomi pulih, permintaan furnitur di pasar Amerika Serikat juga bisa bangkit lagi. "Sebab, titik terendah penurunan industri furnitur AS sebenarnya berlangsung ada di semester kedua tahun lalu," kata Fajar, Jumat (24/11).
Menurut data Trade Map, pada tahun 2022, AS menjadi negara pengimpor furnitur terbesar di dunia dengan nilai US$ 86,73 miliar atau setara dengan 29,1% dari total nilai impor furnitur secara global. "Oleh sebab itu, kami masih berusaha untuk melakukan penetrasi pasar ke AS dengan menambah portofolio pelanggan," ujar Fajar.
Sembari menunggu pulihnya pasar ekspor, Integra Indocabinet menempuh sejumlah diversifikasi untuk menekan risiko. Upaya yang bisa dilakukan perusahaan ini adalah dengan menggenjot penjualan produk-produk furnitur di pasar domestik.
Meski begitu, pilihan menggenjot pasar dalam negeri juga sama-sama menantang lantaran juga sedang melambat. Merujuk laporan keuangan WOOD, penjualan produk
building component
turun 58,70% yoy menjadi Rp 14,75 miliar pada kuartal III-2023.
Berdasar catatan KONTAN, tahun ini WOOD menyiapkan
capital expenditure
(capex) atau belanja modal sebesar Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar. Dari alokasi tersebut, WOOD sudah membelanjakan sekitar Rp 50 miliar hingga mendekati akhir tahun ini.
AKSI GRUP SALIM : Investor Baru Proyek Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami
PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) membocorkan bakal ada investor baru yang berpeluang masuk ke dalam proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir-Ulujami. Direktur META Danni Hasan mengatakan perseroan yang merupakan emiten milik Grup Salim ini tengah melakukan sejumlah persiapan menjelang proses konstruksi Tol Cikunir-Ulujami yang rencananya akan dimulai pada 2024. “Saat ini kita bermitra berempat. Kemudian juga dalam perkembangan, kalau semuanya lancar juga akan ada tambahan strategic alliance,” jelas Danni dalam paparan publik, Jumat (24/11). Manajemen META tidak menyebut secara terperinci siapa calon investor baru yang akan masuk tersebut. Namun, Danni memastikan proyek Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami saat ini tengah masuk tahap pembuatan desain. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjabarkan investasi pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Elevated Cikunir-Ulujami memakan biaya konstruksi mencapai Rp14,08 triliun. Sementara total investasi dari proyek yang akan dibangun oleh konsorsium swasta-BUMN ini mencapai Rp21,2 triliun. Secara lebih terperinci, biaya pengadaan lahan dari proyek ini tercatat mencapai Rp1,64 triliun di mana proses pembebasan lahan bakal dimulai pada akhir tahun mendatang selama 12 bulan. Direktur Utama META M. Ramdani Basri menuturkan perseroan akan tetap fokus mengembangkan sejumlah proyek jalan tol usai penghapusan saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting pada 2024. Pasalnya, hingga saat ini konstribusi pendapatan META paling dominan masih ditopang dari segmen bisnis jalan tol. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga akhir September lalu, META mencatatkan pendapatan dan penjualan sebesar Rp665,27 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10,48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
PIK2 Bakal raup Keuntungan Rp 10,48 Triliun dari Rights Issue
Kabar Tiktok Shop Terbangkan GOTO
Wacana Tiktok Shop akan kembali ke Indonesia kian santer terdengar. Perusahaan milik ByteDance Ltd ini dikabarkan tengah menjajaki investasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Tiktok tengah dalam penjajakan investasi pada unit bisnis Tokopedia. Menurut sumber
Bloomberg, transaksi investasi ini akan diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Bahkan kabarnya GOTO dan Tiktok berupaya untuk membentuk
joint venture.
Nantinya kedua perusahaan itu akan membangun
platform e-commerce
baru. Hingga berita ini diturunkan, manajemen GOTO dan Tiktok belum memberikan tanggapan atas pertanyaan KONTAN.
Head of Investor Relations
GOTO, Reggy Susanto cuma bilang, tim komunikasi GOTO akan menyampaikan keterangan mengenai kabar tersebut. "Nanti tim kami akan menghubungi," kata Reggy kepada KONTAN, Kamis (23/11).
Di sisi lain, kabar ini direspons positif oleh pelaku pasar. Kamis (23/11), saham GOTO melesat 11,90% ke 94 per saham. Di saat bersamaan, tiga saham emiten terafifliasi GOTO juga ikut melejit. Misalnya, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang menyentuh
auto rejection atas
(ARA). Saham ARTO meroket hingga 24,89% ke level Rp 2.860 per saham.
GOTO dan ASSA beserta sejumlah investor lain memiliki kongsi strategis di PT Tri Adi Bersama, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan ekspedisi Anteraja. Saham terafiliasi GOTO lain yang juga menghijau adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang naik 13,56% ke level Rp 67 per saham.
Sejak Oktober 2023, analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra sudah memprediksi Tiktok Shop akan kembali hadir di Indonesia. Dia menilai, GOTO akan menjadi mitra yang ideal bagi Tiktok Shop untuk kembali beroperasi. Menurutnya berkongsi dengan GOTO merupakan jalan yang tercepat.
Di sisi lain, kehadiran Tiktok Shop akan memberikan warna bagi industri
e-commerce
karena keberhasilannya dalam mendisrupsi pasar dengan teknologi teranyar. Maximilianus Nico Demus,
Associate Director of Research and Investment.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, kehadiran Tiktok Shop akan meramaikan pasar. Namun, investor perlu mencermati skenario apa yang akan dilakukan oleh TikTok Shop.
Krakatau Steel Dapat Restu Restrukturisasi Utang Rp 23 Triliun
Hingga September 2023, EXCL Mencetak Laba Bersih Rp 1,01 T
Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih mengalami pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga September 2023, pendapatan EXCL naik 10,19% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 23,87 triliun.
Sejalan dengan pendapatan, laba bersih EXCL naik 2,99% menjadi Rp 1,01 triliun. Kenaikan laba itu di tengah beban EXCL yang meningkat 9,6% secara tahunan menjadi Rp 20,39 triliun.
"Kompetisi terus berlangsung ketat hingga saat ini, tapi EXCL mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Presiden Direktur & CEO EXCL, Dian Siswarini, Rabu (22/11).
Karena itu, EXCL terus berupaya membesarkan layanan
fixed broadband
(FBB) dan
fixed mobile convergence
(FMC) untuk menghadapi tantangan industri ke depan. "Kedua segmen ini terus menunjukkan potensi sangat menggembirakan," jelas Dian. Sementara itu, penetrasi layanan konvergensi XL Axiata mencapai 69% dari pelanggan layanan XL Home. Artinya, 69% dari pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL Satu.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Adityo Nugroho mengatakan, kinerja EXCL per kuartal III-2023 masih cukup solid. Di sisi lain, bisnis utama telekomunikasi mulai berkontraksi, tapi EXCL terus mencari peluang yang baru. Namun, hal ini membutuhkan dana investasi yang besar.
Perusahaan China Bakal Akuisisi PORT
Kabar baik datang menyapa PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT). China Merchants Port Holdings Company Limited menyatakan telah mengadakan perjanjian jual beli (share purchase agreement) untuk membeli 1,43 miliar saham atau setara 51% modal yang disetor dan ditempatkan PORT, milik PT Episenta Utama Investasi.
Berdasarkan pengumuman di situs China Merchants Port Holdings, transaksi tersebut bernilai US$ 61,20 juta. Hal tersebut diungkapkan China Merchants Port Holdings pada hari Senin (20/11) kemarin.
PORT merupakan emiten yang dikendalikan penuh oleh Garibaldi Thohir (Boy Thohir) lewat PT Episenta Utama yang mengapit 74,1% saham PORT. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan pelayanan terminal peti kemas, serbaguna dan umum serta penyediaan teknik jasa peralatan pelabuhan seperti perbaikan, modifikasi dan relokasi di pelabuhan Indonesia.
China Merchants Port Holdings sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidan investasi dan atau pengoperasian pelabuhan dan bisnis yang berhubungan dengan pelabuhan.
Aksi tersebut merupakan cara yang relevan dan efektif mendorong pertumbuhan baru terhadap pertumbuhan yang sudah ada dan bisnis pelabuhan yang tumbuh secara berkelanjutan.
Rencana akuisisi tersebut, terang manajemen China Merchants Port Holdings, akan memajukan jaringan pelabuhan strategis perusahaan di Asia Tenggara dan memanfaatkan sepenuhnya kemitraan lokal untuk menembus pasar Indonesia.
Dengan mengakuisisi 51% saham PORT, China Merchants Port Holdings dapat mengambilalih pengelolaan operasional PORT serta mengkonsolidasi laporan keuangannya.
"Sekaligus ini menjadi upaya membangun
platform
untuk peluang investasi masa depan di Indonesia," terang Feng Boming,
Chairman
China Merchants Port Holdings Company Limited.
China Merchants Port Holdings Company Limited.
Aksi Korporasi Menopang Kinerja Grup Medco
Sepanjang sembilan bulan pertama 2023, kinerja Grup Medco masih terkontraksi. Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kompak menyusut seiring melemahnya harga komoditas minyak dan tembaga.
Meski demikian, analis menilai kinerja MEDC dan AMMN masih memiliki prospek cerah. MEDC misalnya, prospek kinerja didukung akuisisi sejumlah blok migas.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan memproyeksi, peningkatan 8,5% total volume produksi MEDC pada tahun 2024 menjadi 166
million barrel oil per day
(mbopd). Proyeksi ini dengan menimbang tambahan volume sebesar 13 mbopd dari hasil akuisisi blok Timur Tengah.
Di sisi lain, meski kinerja AMMN masih tertekan, Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, kinerja AMMN akan kembali positif. "Kinerja Amman akan positif setelah mendapat izin ekspor konsentrat beberapa bulan lalu, positif bagi MEDC,” kata Felix.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap memperkirakan, AMMN akan mencatatkan lonjakan laba yang besar di kuartal keempat 2023 ini.
Samuel Sekuritas mempertahankan rating
hold
saham AMMN dengan target harga baru Rp 7.000 per saham dari sebelumnya Rp 5.500.
Sementara Felix merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga di Rp 1.700 per saham. Salah satu katalisnya karena kinerja MEDC juga disokong oleh bisnis listrik.
Pilihan Editor
-
Manufaktur dalam Tekanan
18 Oct 2019 -
Prospek Kesepakatan Brexit Tertunda Lagi
21 Oct 2019 -
Reformasi yang Belum Tuntas
18 Oct 2019









