;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan

HR1 24 Jun 2025 Kontan
PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) terus melakukan ekspansi agresif untuk mendorong kinerja, terutama dengan menambah toko di luar Pulau Jawa dan meluncurkan konsep bisnis baru bernama Ja-Di (Jajan di Alfamidi), yaitu kios kopi dan makanan ringan.

Rifdah Fatin Hasanah, analis Ina Sekuritas, menilai dominasi 52,4% toko MIDI di luar Jawa adalah strategi yang tepat karena kawasan ini memiliki pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi lebih cepat. Hal ini tercermin dari kontribusi toko-toko luar Jawa yang menyumbang 44% pendapatan kuartal I-2025, dengan pertumbuhan penjualan 26% yoy. Rifdah juga menyoroti efisiensi Ja-Di, yang hanya membutuhkan belanja modal Rp 100 juta per kios, jauh lebih murah dibanding format lain seperti Lawson. Ia memproyeksi pendapatan MIDI tahun ini naik 6,48% menjadi Rp 21,17 triliun dengan laba bersih Rp 672,2 miliar, sehingga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 490 per saham.

Jessica Leonardy, analis OCBC Sekuritas, mendukung strategi MIDI yang menargetkan kontribusi toko luar Jawa mencapai 60% dalam jangka panjang. Selain membuka toko baru, MIDI juga menutup secara selektif toko yang kurang optimal, seperti beberapa gerai Midi Fresh, menyesuaikan perubahan perilaku konsumen. Jessica menilai konsep Ja-Di juga membantu MIDI memperluas kategori makanan segar yang diminati pasar.

Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas menilai pelepasan bisnis Lawson ke induk usaha AMRT adalah langkah tepat yang akan membuat MIDI lebih fokus pada perdagangan eceran inti. Divestasi Lawson, kata Azis, tidak akan berdampak negatif pada margin perseroan, malah menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan antar toko. Azis juga menilai konsep Ja-Di akan mendukung pertumbuhan penjualan MIDI ke depan dan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 458 per saham.

Sementara itu, Gerry Harlan, analis Mandiri Sekuritas, optimistis terhadap prospek pertumbuhan MIDI yang berfokus pada perluasan jaringan toko di luar Jawa dan inovasi bisnis Ja-Di. Ia merekomendasikan buy dengan target harga Rp 640 per saham pada akhir tahun.

Program Tarif Diskon 30% untuk Perjalanan Kereta Api Kelas Ekonomi

KT1 24 Jun 2025 Investor Daily (H)
Program tarif diskon 30% untuk perjalanan kereta api kelas Ekonomi komersial terus mendapatkan sambutan positif. Hingga 22 juni 2025 pukul 10.00 WIB, KAI mencatat 1.320.011 tiket telah terjual dari total 3.529.612 kursi yang disediakan. Artinya, 37% dari kapasitas telah dipesan, dan angka ini diperkirakan terus bertambah seiring dimulainya libur sekolah di berbagai wilayah hingga 31 Juli 2025.  Vice President Public Relation KAI Anne Purba mengatakan, pihaknya tetap membuka kesempatan mengenai pembelian tiket kereta diskon 30% pada berbagai channel resmi PT KAI. "Kami mengajak pelanggan untuk segera merencanakan perjalanan liburannya dan memanfaatkan promo ini sebelum kehabisan," ungkap Anne. Menyambut masa liburan sekolah, PT KAI (Persero) mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memperhatikan ketentuan bagasi dan segera memanfaatkan promo tarif yang tersedia sebelum kehabisan. Anne menjelaskan bahwa setiap pelanggan diperbolehkan membawa bagasi tanpa dikenakan ketentuan maksimal dengan berat 20 kg, volume 100 dm3 (dimensi 70x48x30 cm), dan maksimal 4 koli. (Yetede)

Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih

KT1 24 Jun 2025 Investor Daily (H)
Ketegangan geopolitik kembali meningkat di kawasan Timur Tengah  setelah serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas  nuklir di Iran, serta potensi penutupan Selat Hormuz. Situasi yang memicu lonjakan harga minyak global ini turut mengangkat saham-saham sektor energi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan  saham energi ini diyakini bakal berlanjut, dengan potensi gain yang masih  cukup tinggi. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menilai, kondisi saat ini sangat menguntungkan bagi emiten hulu migas yang berorientasi  pada produksi. "Dengan kekhawatiran gangguan rantai pasok, harga jual minyak bisa meningkat tajam, dan hal ini akan berdampak langsung pada kenaikan margin keuntungan bagi produsen seperti PT Medco Energi Internasioanl Tbk (MEDC)," kata dia. Indy memproyeksikan harga saham MEDC bakal melanjutkan penguatan menuju level Rp 1.600-1.700. Sementara PGAS atau PT Perusahaan Gas Negara Tbk juga bisa terdorong ke Rp 1.800. Meski saham migas mencatatkan penguatan signifikan, Indy menilai, kontribusinya terhadap IHSG masih terbatas. "Saham-saham energi bukan termasuk big cap IHSG. Jadi, untuk menopang indeks secara luas tetap diperlukan peran emiten perbankan yang bobot kapitalisasinya besar," tutur dia. (Yetede)

Batu Sandungan Agenda Penghematan XLSmart

KT1 23 Jun 2025 Investor Daily
PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menargetkan penghematan US$ 100 juta dari integrasi bisnis XL dan Smartfren. XL Smart adalah perusakan hasil merjer XL dan Smartfren. Akan tetapi Sucor Sekuritas menilai, rencana itu akan menghadapi batu sandungan berupa biaya yang harus dipikul dan integrasi ini, antara lain hukum serta umum dan administrasi. Artinya, penghematan yang diraih bakal tergerus oleh biaya-biaya itu. "Selain itu ada warisan dari kerugian Smartfren sebelum proses merger," tulis broker itu, dikutip Minggu (22/06/2025). Sementara itu, run rate pada kuartal 1-2025 stabil, terlihat pada jumlah pelanggan dan minimnya penghentian penggunaan layanan (churn). Ini didorong oleh tiga strategi merek yang dijalankan XL Smart. DItengah tantangan yang dihadapi, Sucor Sekuritas percaya, sinergi akan mengangkat aluasi valuasi saham EXCL. Apalagi jika kondisi makro ekonomi Indonesia mendukung dan daya beli masyarakat pulih. Sucor Sekuritas menetapkan target harga saham EXCL Rp 2.800. Pada akhir pekan lalu, saham EXCL naik 0,45% ke level Rp2.450. (Yetede)

Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi

HR1 23 Jun 2025 Kontan
Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, terutama akibat serangan Amerika Serikat ke situs nuklir Iran, memicu kenaikan harga minyak global. Risiko terbesar adalah jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar 20% pengangkutan migas dunia—yang bisa memperparah gangguan pasokan.

Andhika Audrey, Analis Panin Sekuritas, menilai eskalasi konflik berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten minyak upstream yang menjual dengan harga spot, karena margin mereka bisa naik berkat lonjakan harga minyak.

Namun, Sukarno Alatas, Analis Senior Kiwoom Sekuritas, mengingatkan bahwa emiten migas dalam negeri tidak otomatis diuntungkan secara signifikan. Harga minyak masih rentan turun kembali jika konflik mereda, mengingat tekanan kelebihan pasokan di pasar global. Meski begitu, Sukarno menyebut saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) tetap menarik. Ia menargetkan harga MEDC di Rp 1.700 dan ELSA di Rp 600 pada akhir tahun, melihat tren kenaikan harga saham mereka sejauh ini.

Hasan Barakwan, Analis Maybank Sekuritas, menyoroti peluang jangka menengah dari insentif pemerintah untuk mendorong produksi migas domestik. Namun ia juga memangkas proyeksi laba MEDC 2025–2027 karena revisi ke bawah pada volume penjualan tembaga, emas, dan harga minyak. Hasan juga menilai ELSA lebih tahan banting karena didukung kontrak jangka panjang dengan harga tetap, sehingga lebih stabil di tengah fluktuasi harga minyak.

Sementara itu, tim analis Ina Sekuritas menilai target operasional 15 proyek migas senilai US$ 832,7 juta pada 2025 yang digarap SKK Migas bisa jadi katalis positif, menambah kapasitas produksi nasional. Emiten seperti ELSA diproyeksi mendapat efek positif karena induknya, Pertamina Hulu Energi, menargetkan pertumbuhan lifting 4%–5% yoy.

Kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah membuka peluang bagi emiten migas hulu seperti MEDC dan ELSA, tetapi para analis menekankan investor harus tetap waspada pada faktor risiko lain seperti kurs rupiah, kebijakan energi, pajak, isu geopolitik lanjutan, dan transisi energi baru-terbarukan yang bisa memengaruhi kinerja sektor migas ke depan.

Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi

HR1 23 Jun 2025 Kontan
Pertumbuhan kredit perbankan melambat pada Mei 2025, hanya tumbuh 8,43% yoy, lebih rendah dibanding April dan akhir 2024. Penyebab utamanya adalah pergeseran perilaku korporasi yang lebih memilih pendanaan lewat penerbitan obligasi.

Moch Amin Nurdin, pengamat perbankan, menilai obligasi lebih murah dalam jangka panjang dengan bunga 6–8%, jauh lebih rendah dibanding bunga kredit bank rata-rata 9,75% pada Mei. Selain bunga yang lebih tinggi, kredit bank juga menuntut biaya tambahan seperti provisi, administrasi, dan agunan, yang menambah beban calon debitur.

Sylvanus Gani, CFO Adira Finance, membenarkan penerbitan obligasi lebih kompetitif dari sisi biaya pendanaan. Karena itu, Adira terus mendiversifikasi sumber pendanaan untuk memperoleh struktur biaya terbaik.

Danan Dito, analis Pefindo, menambahkan meski obligasi lebih murah, prosesnya lebih kompleks—ada bookbuilding, izin OJK, dan birokrasi. Namun ia juga menyoroti sikap bank yang makin konservatif menyalurkan kredit akibat ketidakpastian ekonomi dan daya beli yang belum pulih.

Data Pefindo menunjukkan mandat penerbitan obligasi yang belum listing hingga Mei mencapai Rp 88,27 triliun, dengan sektor multifinance dan tambang paling aktif.

Meski begitu, M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, optimistis pihaknya bisa mempertahankan dominasi di segmen wholesale. Ia menyebut kredit korporasi Bank Mandiri naik 20% per Maret, dan menargetkan pertumbuhan kredit 10–12% pada 2025, dengan fokus pada sektor energi, tambang, perkebunan, dan ekosistem bisnis strategis.

Perlambatan kredit bank mencerminkan tren korporasi mencari pendanaan lebih murah lewat pasar modal, sementara bank perlu beradaptasi dengan menjaga keseimbangan antara risiko dan daya saing biaya kredit.

Korporasi Semarak Terbitkan Obligasi

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Penerbitan surat utang atau obligasi korporasi semarak terjadi menjelaskan akhir semester pertama tahun ini. Sejumlah emiten besar akan menghadapi siklus puncak jatuh tempo obligasi pada paruh kedua 2025. Investor bisa mencermati obligasi korporasi untuk mendulang untung bukan dari kupon, tetapi juga optimal gain di tengah tren penurunan  suku bunga. Emiten-emiten gede yang menggelar penawaran obligasi di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Koran Investor Daily, CUAN menerbitkan Obligasi Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebanyak Rp 650 miliar dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun  sebanyak Rp 350 miliar. Seluruh dana akan digunakan CUAN sebagai modal kerja anak usahanya, PT Multi Tambang Utama (MUTU), untuk  membiayai kontraktor, pemasok, biaya tenaga kerja, dan beban usaha lainnya. (Yetede)

Korporasi Semarak Terbitkan Obligasi

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Penerbitan surat utang atau obligasi korporasi semarak terjadi menjelaskan akhir semester pertama tahun ini. Sejumlah emiten besar akan menghadapi siklus puncak jatuh tempo obligasi pada paruh kedua 2025. Investor bisa mencermati obligasi korporasi untuk mendulang untung bukan dari kupon, tetapi juga optimal gain di tengah tren penurunan  suku bunga. Emiten-emiten gede yang menggelar penawaran obligasi di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Koran Investor Daily, CUAN menerbitkan Obligasi Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebanyak Rp 650 miliar dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun  sebanyak Rp 350 miliar. Seluruh dana akan digunakan CUAN sebagai modal kerja anak usahanya, PT Multi Tambang Utama (MUTU), untuk  membiayai kontraktor, pemasok, biaya tenaga kerja, dan beban usaha lainnya. (Yetede)

Produsen Emas PT Archi Indonesia Bidik Pertumbuhan Produksi 25%

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily

Produsen emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menargetkan pertumbuhan produksi 25% pada 2025, dibandingkan 2024 sebesar 93,4 kilo ons (koz). Adapun penjualan emas tahun lalu mencapai 97,1 koz. Kenaikan produski 2025 Archi bakalan ditopang penambangan kembali di pit Araren, pembukaan pit baru di bagian utara konsesi, serta dimulainya penambangan bawah tanah. Pada 2024, ARCI mencetak kenaikan pendapatan sebesar 14,2% menjadi US$ 287,6 juta, naik dari 2023 sebesar US$ 249,6 juta. Perseroan mencetak laba bersih sebesar US$ 10,4 juta. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), manajeman Arci menjabarkan strategi solid untuk meningkatkan pertumbuhan produksi dan memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan. Direktur Utama ARCI Rudi Suhendra menyampaikan, hasil 2024 mencerminkan soliditas kinerja operasional dan keuangan Perusahaan. Fokus perseroan ke depan adalah akselerasi  produksi dan pengembangan strategi. Dia menegaskan, sepanjang 2024, ARCI melakukan kegiatan eksplorasi secara intensif dan berkelanjutan pada 427 titik pengeboran dengan total 75.807 meter. Salah satu temuan paling signifikan dari pengeboran eksploirasi terindentifikasi di bagian utara konsesi pada kuartal III-2024. "Ditemukan bijih emas kadar tinggi sebesar 60 gr per ton dengan ketebalan 36m di kedalaman 178-214 m meter. Pengambangan tambang sawah tanah pit Kopra menunjukkan hasil yang positif pada 5 Desember 2024," kata dia. (Yetede)

Kebijakan Stimulus Diskon Tarif Angkutan Laut Telah Diterapkan Pemerintah

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily
Kebijakan diskon tarif yang diterapkan pemerintah menunjukkan animo yang besar bagi masyarakat pengguna angkutan transportaso. Dua moda yang paling diminati di antaranya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani mengatakan kebijakan diskon tarif yang berjalan selama 15 hari pelaksanaan dengan potongan 50%, jumlah penumpang PT Pelni yang terserao sudah mencapai 38%. "Ini sejak kami mulai per 5 Juni hingga pelaksanaan perjalanannya selama 15 hari sudah menyerap 48%. Dari sini memperlihatkan tingginya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif PT Pelni melalui perjalanan laut," kata Anda, sapaan akrabya saat melapas keberangkatan KM Kelud di Terminal Pneumpang Pelabuha Tanjung Priok. Besarnya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif lewat angkutan laut menggunakan kapal Pelni, juga dipersiapkan dengan sejumlah antisipasi. Misalnya dari sisi keamanan, keselamatan maupun kenyamanan tetap menjadi aspek utama yang diperhatikan. "Ramainya jumlah penumpang ini seperti liburan sekolah rasa liburan Lebaran hingga natisipasi jua kami lakukan dari sisi pelayanan," ujarnya. (Yetede)