;

MIKA Gencar Menambah Kapasitas Rumah Sakit

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

Emiten pengelola rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan terus menambah kapasitas ke depan,  melalui rencana perluasan rumah sakit greenfield dan brownfield.  MIKA akan membuka rumah sakit ke-27, 28 dan 29 sepanjang tahun 2022 dan 2023. Masing-masing akan dibuka pada bulan Juli, November 2022 dan Januari 2023. Adapun lokasi masing-masing rumah sakit akan berada di Deltamas (Kabupaten Bekasi), Pamulang (Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten), dan Slawi (Kabupaten Tegal, Jawa Tengah). Kapasitas maksimum gabungan dari ketiga rumah sakit ini akan menjadi 600 tempat tidur, untuk tahap awalnya akan dibuka sebanyak 180-200 tempat tidur. Sekadar informasi, selama ini MIKA telah meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang ada. Total tempat tidur operasional di kuartal I 2022 sebanyak 3.343 atau meningkat 3,7% secarar tahunan/ year on year (yoy).

Laba Bersih DMAS Naik 43,7%

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan kinerja positif selama kuartal I 2022. Pendapatan dan laba bersih DMAS masing-masing tumbuh 16,3% dan 43,7% secara tahunan di periode tersebut. Di kuartal I 2-22, DMAS mencatat pendapatan usaha Rp 621 miliar atau tumbuh 16,3%. Segmen industri menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 431 miliar atau sekitar 69,4% dari total pendapatan usaha. DMAS membukukan laba bersih kuartal I 2022 sebesar Rp 389 miliar, tumbuh 43,7% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu senilai sebesar Rp 271 miliar. Adapun margin laba bersih tercatat sebesar 62,7%, lebih tinggi dibandingkan dengan margin laba bersih di periode yang sama tahun 2021 sebesar 50,7%.


WSKT Mencatatkan Rugi di Restatement Laporan Keuangan

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah merilis laporan keuangan tahun 2021. Hasilnya, emiten konstruksi BUMN ini berhasil mencatatkan penurunan kerugian meski pendapatan usaha juga menurun. Dalam laporan keuangan tahun 2021 ini, Waskita juga menyajikan kembali laporan keuangan tahun 2020 dan 2019 sebagai pembanding. Yang menarik, berdasarkan hasil restatement, laporan keuangan Waskita di akhir 2019 berbalik dari untung menjadi rugi. Sepanjang tahun 2021 lalu, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 12,22 triliun. Dibandingkan tahun 2020 lalu, pendapatan Waskita pada tahun lalu turun 24,5%. Waskita juga melakukan penyesuaian pada pos beban umum dan administrasi. Sebelum restatement, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 1,66 triliun. Setelah restatement, beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp 4,3 triliun. Beban penjualan juga membengkak dari Rp 45,9 miliar menjadi Rp 389,9 miliar setelah restatement. Sementara beban lain-lain bersih justru turun dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 219,3 miliar setelah restatement.

Berkah Kredit & Go Public Lini Syariah

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan kala pandemi kemarin. Analis memproyeksikan potensi pertumbuhan BJBR masih akan tinggi di tahun 2022. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2022, BJBR berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 738 miliar atau tumbuh 28,6% year on year (yoy). Di satu sisi, BJBR mendapat amunisi berupa dana pihak ketiga yang tumbuh 15,9% yoy menjadi Rp 128,3 triliun. Di sisi lain, kualitas kredit di BJBR juga mampu terjaga dengan baik. Raditya Pradana, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera memproyeksikan kinerja keuangan BJBR sepanjang tahun ini akan kembali positif. Raditya menambahkan, aset BJBR yang naik 16,6% menjadi RP 167,4 triliun pada kuartal I-2021 juga dapat menyokong pertumbuhan kinerja BJBR ke depan. Selain itu, lanjut Raditya, portofolio bisnis BJBR juga memadai dalam mendukung pertumbuhan kinerja keuangannya. Apalagi, jika rencana BJBR untuk mengembangkan bisnis PT Bank Jabar Banten Syariah (BJBR Syariah) melalui initial public offering (IPO) dapat terlaksana di semester II 2022. 

‘JALUR PUNCAK’ RASIO PAJAK

Hairul Rizal 12 May 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kans pemerintah untuk merealisasikan target rasio pajak 9,25% pada tahun ini kian terbuka lebar, menyusul berbagai indikator ekonomi makro telah menunjukkan pemulihan pada kuartal I/2022. Pemulihan ini secara langsung mengatrol pencapaian rasio pajak pada kuartal tersebut yang mencapai 7,1% dibandingkan dengan kuartal I/2021 yaitu 5,7% (year-on-year/YoY). Pertumbuhan rasio pajak yang terbukti melesat cukup cepat mendekati titik puncak target sepanjang 2022 itu turut terefleksi dari realisasi pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,01% (YoY). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi berpeluang lebih tinggi sejalan dengan digenjotnya pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini diyakini melahirkan efek berganda yang cukup besar, termasuk di sektor usaha yang selama ini belum menjadi kontributor utama penerimaan negara.


BNI Terbitkan Green Bond Rp 5 Triliun

Yuniati Turjandini 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 triliun. Penawaran awal green bond akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/5/2020) hingga 25 Mei mendatang. Obligasi bernama Green Bond I PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2022 ini ditawarkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi  atau sampai 21 Juni 2025, seri B tenor lima tahun atau sampai 21 Juni 2027, dan seri C tujuh tahun atau sampai 21 Juni 2029. BNI menggunakan tingkat suku bunga tetap atau green bond ini, yang akan dibayarkan tiap tiga bulan atau kuartalan. Meski demikian, Bank BUMN tersebut belum  menyebutkan tingkat bunga dan nilai obligasi masing-masing seri yang akan diterbitkan tersebut. "Green Bond itu dijamin secara kesanggupan penuh dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat Jumbo Green Bond yang diterbitkan atas nama  PT Kustodian Sentral Efek sebagai bukti utang untuk kepentingan  pemegang green bond, dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok green bond," terang manajemen BNI.(Yetede)

Siapkan Rp500 Miliar, Matahari Department Store Lanjutkan Buyback

Yuniati Turjandini 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham perseroan melalui program Pembelian Kembali Saham II Tahun 2022. "Pembelian Kembali Saham II 2022  akan dilaksanakan terhitung pada tanggal 3 Juni 2022. Jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan Pembelian Kembali  Saham 2022 adalah maksimal Rp 500 miliar, termasuk biaya perantara pedagang   efek dan biaya lainnya sehubungan dengan Pembelian Kembali Saham II 2022," kata Sekretaris Perusahaan  LPPF Miranti Hadisusilo dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Selasa (10/5/2022). Lebih lanjut perseroan akan membatasi harga maksimal Pembelian Saham I 2022 sebesar Rp7.950 per saham. Pembelian Kembali Saham II 2022 akan dilakukan melalui bursa  atau di luar bursa dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Yetede)

Enam Sektor Usaha Topang Pertumbuhan Ekonomi

Yuniati Turjandini 11 May 2022 Investor Daily (H)

Sebanyak enam sektor usaha  akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional, yang pada kuartal 1-2022 mencapai 5,01% secara tahunan atau year on year (yoy). Hal ini membuat  pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi  bisa mencapai 5,2% sepanjang tahun ini, dibandingkan tahun lalu 3,69%. Keenam sektor itu adalah industri pengolahan  dengan hilirisasi sumber daya alam (SDA), sektor pertanian, sektor perdagangan, sektor transportasi, sektor hotel, dan restoran, serta sektor pariwisata. "Momentum pertumbuhan ini  akan dijaga dengan  mendorong enam sektor itu, dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19,walaupun mobilitas dilonggarkan," ucap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian  Iskandar Simorangkir saat dihubungi Investor Daily, Selasa (10/5).  Iskandar meyakini pertumbuhan ekonomi kuartal 1-2022 bisa lebih tinggi dari kuartal I. (Yetede)

Wapres Minta Pemda Fokus Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Yuniati Turjandini 11 May 2022 Investor Daily (H)


Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap pemerintah daerah (Pemda) fokus menjalankan program pembangunan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan penurunan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja serta pemberdayaan ekonomi. Pada rakernas bertema "Meningkatkan Peran Pemerintah Daerah untuk Keseimbangan Pembangunan," Wapres juga menyampaikan lima pedoman untuk meningkatkan daya beli masyarakat, penurunan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi. Kedua, Wapres meminta pemda terus mendorong peningkatan kualitas SDM di masing-masing daerah. Ketiga, Wapres mengajak pemerintah daerah untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Keempat, pemerintah daerah juga harus menunjukkan komitmen keberpihakan kepada UMKM dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional. Kelima, Wapres mendorong pemerintah daerah untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. (Yetede)


Libur Lebaran, Transaksi Digital BNI Meningkat 38%

Yuniati Turjandini 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)  melaporkan jumlah dan nilai transaksi digital yang dilakukan nasabah semakin meningkat. Pada periode libur Lebaran ini, terjadi pertumbuhan  transaksi digital sebesar 38% dibandingkan dengan periode libur Lebaran 2021. "Transaksi digital melalui belanja online di e-commerce ataupun website juga semakin meningkat, terbukti dengan peningkatan transaksi sebesar 38% secara year on year (yoy) dibandingkan libur Lebaran tahun lalu," kata Corporate Secretary BNI Mucharom. Selain transaksi digital, pada periode libur Lebaran tahun ini, BNI juga mencatatkan peningkatan penggunaan dari uang elektronik, seperti pembayaran tol saat mudik ke kampung halaman, transaksi di merchant, dan lainnya. "Selama arus mudik Lebaran tahun 2022,merupakan puncak tertinggi selama arus mudik dan hal ini juga terlihat dari pertumbuhan TapCash yang tumbuh 51% (yoy) dari sisi volume dan tumbuh 25% (yoy) per kuartal I dari sisi frekuensi transaksi," urai Mucharom. (Yetede)

Pilihan Editor