;

Dikecualikan dari IPEF, Tiongkok Akan Besarkan RCEP

Yuniati Turjandini 07 Jun 2022 Investor Daily

Republik Rakyat Tiongkok (RRT)  tidak mendapat perhatian akibat keriuhan strategi Indo-Pasifik baru yang digawangi Presiden  AS Joe Biden. Tapi, pada saat bersamaan, Tiongkok menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi kemitraan  Economi Komperhensif Regional (Regional Comperhensive Economic Partnership/RCEF)  yang digadang-gadang sebagai pakta perdagangan terbesar di dunia.  Menurut laporan, pembicaraan tentang RECP terjadi beberapa hari setelah pemerintah Biden meluncurkan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF), yakni kemitraan yang melibatkan tiga negara, kecuali Tiongkok. Para analis mengungkapkan ekspektasi soal pertemuan RCEF-yang berlangsung di pulau selatan provinsi Hainan- bahwa alih-alih bereaksi atau melawan IPEF, Tiongkok kemungkinan akan terus maju dengan pakta-pakta perdagangan yang disepakati, memanfaatkan tarif yang sudah disiapkan dan mengakses pasar. (Yetede)

ECB Akan Setop Stimulus Sebelum Menaikkan Suku Bunga

Yuniati Turjandini 07 Jun 2022 Investor Daily

Bank Sentral Eropa (ECB)  menetapkan untuk mengakhiri program  stimulus pembelian obligasi  besar-besaran dalam pertemuan  di Amsterdam, Belanda pada Kamis (9/6). Ini mengingat laju inflasi di zona Euro telah melonjak  ke tertinggi sepanjang masa. Menurut laporan, harga konsumen di zona Euro  mengalami kenaikan 8,1% year-on-year (yoy) pada Mei. Ini adalah angka tertinggi sejak blok  mata uang diluncurkan , juga jauh di atas target ECB sebesar 2%. Pasalnya, ECB masih tertinggal di belakang bank-bank sentral  di Inggris dan AS, yang telah bergerak agresif untuk membasmi inflasi. Tetapi rencana semula ECB adalah  adalah untuk menghentikan  pembelian aset di bawah  program stimulus era krisis, sebelum melanjutkan menuju kenaikan suku bunga aktual. Program Pembelian Aset atau Asset Purchase Programme (APP) merupakan hal terakhir dari serangkaian langkah-langkah pembelian utang senilai total sekitar lima triliun Euro (US$ 5,4 triliun) yang dilakukan oleh EBC sejak 2014. (Yetede)

Kadin Jatim Minta Flight Luar Negeri Juanda Ditambah

Yuniati Turjandini 07 Jun 2022 Investor Daily

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto memintai Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  menambah penerbangan (flight) luar negeri dari dan Surabaya dengan menggunakan pesawat  berbadan kecil atau narrow body berkapasitas maksimal 200 penumpang. Langkah ini dinilai sangat mendesak  mengingat adanya larangan bagi  pesawat berbadan lebar atau wide body dengan kapasitas penumpang sekitar 314-452 orang untuk mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda. "Kami mendapat aduan dari sejumlah pebisnis yang tergabung dalam asosiasi anggota Kadin Jatim  yang melakukan perjalanan dari dan ke singapura, bahwa Singapura Airline atau SQ sudah menjual tiket rute Singapura-Surabaya hingga Juli.  Tapi di penerbangan pada tanggal 4 Juni 2022 kemarin ternyata ada larangan landing atau mendarat  untuk pesawat berbadan lebar di Bandara Juanda. Hingga penumpang dari Singapura ke Surabaya diturunkan di Jakarta dan bali," kata Adik, Senin (6/6). (Yetede)

Tahan Defisit Migas, Mobil Listrik Harus Dikebut

Hairul Rizal 07 Jun 2022 Kontan (H)

Memanasnya harga minyak mentah di pasar global berpotensi kian menekan ekonomi nasional. Indonesia tercatat mengimpor signifikan produk hasil minyak, termasuk BBM. Indonesia sesungguhnya bisa keluar dari problem klasik defisit neraca migas. Salah satu caranya adalah memacu pengembangan mobil listrik. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), impor migas Indonesia saat pandemi melonjak tajam dari US$ 14,25 miliar di 2020 menjadi US$ 25,52 miliar pada 2021. Sepanjang tahun lalu, defisit neraca perdagangan migas Indonesia mencapai US$ 13,25 miliar.

Blibli Dikabarkan Bidik Dana US$ 500 Juta dari IPO

Hairul Rizal 07 Jun 2022 Kontan (H)

Satu lagi unicorn, perusahaan teknologi dengan valuasi di atas US$ 1 miliar, dalam negeri akan masuk bursa saham. Kabar yang diterima KONTAN, PT Global Digital Niaga, pengelola situs e-commerce Blibli.com, akan menggelar penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Blibli disebut-sebut sudah menunjuk Credit Suisse First Boston (CSFB) dan Morgan Stanley untuk menghelat IPO tersebut. Kabarnya, Blibli membidik US$ 500 juta dari IPO di BEI. "Paling cepat Juni atau Juli," kata sumber KONTAN yang mengetahui rencana itu, kemarin.

Penerbitan Utang Valas Semakin Terbatas

Hairul Rizal 07 Jun 2022 Kontan

Penerbitan surat utang dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 mulai direm. Hal ini seiring meningkatnya risiko akibat ketidakstabilan perekonomian global. Sebagai gambaran total target penerbitan SBN 2022 mencapai Rp 973,6 triliun. Adapun porsi SBN valas sekitar 18% -20% dari target tersebut atau senilai Rp 175,25 triliun hingga Rp 194,72 triliun. Adapun sejak awal tahun hingga awal Juni 2022, pemerintah telah menerbitkan empat SBN valas. Pertama, global bond pada Maret sebesar US$ 1,75 miliar. Kedua, sukuk global pada Mei sebesar US$ 3,25$  Ketiga, samurai bond belum lama ini sebesar JP ¥ 81 miliar. Keempat, penerbitan SBN valas untuk peserta Tax Amensty Jilid II dengan total US$ 5,99 juta.

Penyatuan NIK dan NPWP Ditargetkan Berlaku 2023

Hairul Rizal 07 Jun 2022 Kontan

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu) segera memberlakukan integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam sistem pembayaran pajak. Targetnya kebijakan ini akan dilakukan pada 2023

Mengalap Peluang Krisis Listrik India

Hairul Rizal 07 Jun 2022 Kontan

Krisis listrik yang melanda India turut mengangkat harga batubara. Ini tercermin dari harga batubara acuan (HBA) Juni 2022 yang naik 17% per ton menjadi US$ 323,91 per ton. Menurut Kementerian ESDM, pemerintah India telah meningkatkan jumlah impor batubara, seiring ketatnya suplai batubara dari produsen domestik untuk pembangkit listriknya. Selain itu, kenaikan HBA Juni juga dipengaruhi kebutuhan batubara China. Direktur Utama PT Harum Energy Tbk (HRUM) Ray Antonio Gunara tak menampik, krisis listrik di India menjadi peluang bagi HRUM untuk menggenjot penjualan ke negara tersebut. Dalam beberapa tahun ke belakang, HRUM tidak melakukan penjualan ke India. Ke depan, HRUM terus menjajaki peluang peningkatan ekspor ke India. 

Bank Fokus Kejar Dana Murah

Hairul Rizal 07 Jun 2022 Kontan

Tren penurunan suku bunga mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi di deposito. Di tengah penurunan bunga, bank fokus mengejar dana murah (CASA) untuk menekan biaya dana. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, nilai deposito perbankan per April 2022 Rp 2.821 triliun, atau tumbuh 1,0% year-on-year (yoy). Jika dihitung dalam basis kalender dan bulanan, nilai deposito April turun masing-masing 1,3 % dan 0,1%. Sedang dana murah, seperti tabungan dan giro, tetap tumbuh. Secara tahunan, kedua simpanan itu tumbuh signifikan. Nilai giro per April tumbuh 18,4% yoy sedang tabungan meningkat 15,9%. Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga meningkatkan porsi dana murah demi mendorong efisiensi biaya dana.

Bahana Kelola Dapen BUMN Rp 193,83 Triliun

Hairul Rizal 07 Jun 2022 Kontan

Kegiatan pengelolaan aset investasi dana pensiun (dapen) milik BUMN bakalan diserahkan ke anak usaha Indonesia Financial Group yakni PT Bahana TCW Investment Management. Alasannya, pengelolaan dana pensiun BUMN saat ini masih terpecah-pecah di antara perusahaan pelat merah. Belum lagi, ada segudang masalah di beberapa dapen BUMN. Jika penyerahan terjadi, maka Bahana TCW Investment Management akan mengelola dana jumbo. Karena jika merujuk data OJK hingga April 2022, investasi dana pensiun sebesar Rp 323,05 triliun. Surat Berharga Negara merupakan instrumen pengisi portofolio dengan nilai paling besar Rp 93,64 triliun. Nah dari dana itu menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Moeljadi ada sekitar 60% dari total portofolio industri milik BUMN. Berarti, Bahana TCW Investement Management bisa mengelola nilai portofolio sekitar Rp 193,83 triliun. 

Pilihan Editor