Ekonomi
( 40512 )Yuk, Investasi di Tekfin Pendanaan
Perkembangan teknologi informasi memudahkan segala aktivitas, termasuk berinvestasi. Melalui gawai, masyarakat bisa langsung membuka akun dan mulai berinvestasi, tanpa dibatasi waktu, jarak, dan ruang. Produk dan layanan investasi yang disediakan oleh lembaga jasa keuangan atau LJK pun sangat beragam. Tentu penggunaan produk dan layanan investasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan, profil risiko, dan kemampuan bayar masyarakat sebagai investor. Investor pun didorong untuk memahami segala ketentuan tentang produk, manfaat, risiko, biaya, dan informasi lainnya. Selain kemudahan berinvestasi, faktor ”mau untung tapi takut rugi” seringkali menjadi pertimbangan dan tantangan tersendiri bagi seseorang untuk memulai investasi. Makin tinggi potensi keuntungan dari sebuah produk investasi, makin tinggi pula potensi risiko kerugian yang harus dihadapi. Salah satu produk investasi yang bisa jadi pilihan investor yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi adalah teknologi finansial (tekfin/fintech) peer to peer lending atau fintech lending/tekfin pendanaan, yaitu produk investasi yang menggunakan platform daring dalam transaksi.
Pemilik dana atau lender dapat berinvestasi atau meminjamkan dananya kepada peminjam dana atau borrower. Semua transaksi dilakukan melalui aplikasi tekfin pendanaan. Pendana juga dapat mengetahui profil peminjam dan peruntukan dana yang akan dipinjamkan sebagai dasar bagi pemilik dana untuk memutuskan apakah akan berinvestasi atau tidak. Di akhir periode, pendana akan mendapatkan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil dari peminjam. Berinvestasi di tekfin pendanaan, wajib menggunakan tekfin pendanaan yang telah berizin dari OJK. Sampai saat ini, terdapat 102 perusahaan tekfin pendanaan yang sudah berizin OJK. Daftar perusahaan dapat diakses di situs resmi OJK. Kemudian, legal dan logis, dimana perusahaan tempat berinvestasi harus memiliki legalitas dari regulator serta kewajaran imbal hasil yang dijanjikan. Cek terlebih dulu legalitas platform fintech lending melalui layanan konsumen OJK di Kontak 157, Whatsapp 081-157-157-157, atau e-mail konsumen@ojk.go.id. Daftar tekfin pendanaan yang berizin OJK dapat diakses melalui situs web resmi OJK di www.ojk.go (Yoga)
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
Credit Suisse berupaya menopang likuiditas dan memulihkan kepercayaan investor dengan pinjaman 54 miliar USD dari Bank Sentral Swiss atau SNB, Kamis (16/3). Bank terbesar kedua di Swiss ini terkena imbas buruk dari kebangkrutan tiga bank di AS, Silicon Valley Bank (SVB), Signature Bank, dan Silvergate. Sejauh ini, perekonomian dan sistem perbankan Indonesia tak terdampak. Pada dasarnya tidak ada kaitan antara Credit Suisse dan ketiga bank di AS. ”Namun, semua pihak sedang terpengaruh efek psikologi massa yang sangat mengkhawatirkan bank-bank yang dianggap tak sehat. Kali ini persepsi itu menyebar ke Eropa,” kata Antoine Bouvet, analis di ING.
SNB akhirnya mengucurkan dana bantuan untuk Credit Suisse, bank pemodalan usaha terbesar kedelapan di dunia. Dalam keterangan resmi Credit Suisse, dana pinjaman akan dipakai untuk membiayai operasionalisasi inti bank dan likuiditas jangka pendek. ”Kami akan menyederhanakan operasionalisasi dan menjadikan Credit Suisse fokus pada kebutuhan nasabah,” demikian kutipan pernyataan bank tersebut. Saham bank Credit Suisse melesat 40 % pada Kamis sore setelah satu hari sebelumnya anjlok 24 % karena kekhawatiran atas krisis perbankan global. Walhasil, saham-saham bank di Eropa ikut terkerek. (Yoga)
Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok
Guru, dosen, masinis kereta bawah tanah, pegawai negeri, hingga jurnalis media Inggris, BBC, bergabung dalam mogok nasional dokter dan pekerja kesehatan, Rabu (15/3) di London, Inggris. Mogok ratusan ribu petugas layanan publik itu membuat sebagian besar aktivitas warga terhenti. ”Pemerintah tidak mendengarkan, jadi inilah yang harus kami lakukan,” kata Jill Gant (59), pekerja lembaga pemasyarakatan. (Yoga)
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (16/3/2023), memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 %. ”Kami melihat tingkat suku bunga acuan ini dalam posisi memadai untuk pengendalian inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini untuk mengarahkan inflasi inti dan inflasi umum kembali ke sasaran,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers, Kamis, di Jakarta. (Yoga)
PERBERASAN, Wacana Impor dan HPP Rugikan Petani
Regulasi baru tentang harga pembelian pemerintah atau HPP untuk gabah dan beras serta wacana membuka keran impor dinilai menekan harga gabah ditingkat petani. Selain besaran HPP yang dianggap lebih rendah dibandingkan dengan ongkos produksi, wacana impor yang berembus di tengah momen panen raya merugikan petani. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih berpendapat, keputusan pemerintah itu mengecewakan petani. ”Pemerintah sebaiknya tidak memutuskan impor saat panen raya. Ini keputusan yang terburu-buru. Semestinya pemerintah meninjau (realisasi) data produksi terlebih dulu, apakah ada kekurangan atau tidak,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/3). Sebelumnya, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (15/3), Mendag Zulkifli Hasan menyatakan belum berhasil menurunkan harga beras hingga saat ini. Berdasarkan pantauannya, kenaikan harga beras mencapai Rp 1.000 per kg.
Harga beras juga diperkirakan masih akan naik ke depan meski data produksi menunjukkan surplus. Per Kamis (16/3), Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag menunjukkan, rata-rata harga beras medium di 90 kota pantauan indeks harga konsumen Rp 11.900 per kg. Pada awal tahun, harganya Rp 11.200 per kg, pada pertengahan Maret 2022 harganya Rp 10.400 per kg. Beras pun masih jadi penyumbang utama inflasi dengan andil pada inflasi tahunan 0,32 %, sedangkan pada inflasi bulanan 0,08 % di bulan Februari 2023. Menurut Ketua Umum Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa, Tani Suryadinata Wira Lodra, harga HPP untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 5.000 per kg itu di bawah ongkos produksi Rp 5.200 per kg GKP. ”HPP yang lebih rendah dibandingkan dengan ongkos produksi membuat petani tidak semangat menanam padi,” ujarnya dan pihaknya berharap ada ruang untuk mengubah HPP gabah dan beras tersebut. (Yoga)
Lokapasar Diminta Berantas Penjualan Baju Bekas Impor
Pemerintah mendesak pengelola lokapasar menertibkan penjualan baju bekas impor di platform mereka. Kendati peredaran baju bekas impor sulit diberantas, dukungan lokapasar amat berarti untuk melindungi produk tekstil dalam negeri. Dalam rapat yang membahas jual beli baju bekas impor (thrifting), di Jakarta, Kamis (16/3) Deputi Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, pengelola lokapasar wajib menertibkan penjualan baju bekas impor dalam waktu sepekan ke depan. Jika penjual tidak mau patuh, akun penjual tersebut akan dimasukkan dalam daftar hitam (black list).
”Mulai hari ini sudah ada peringatan untuk melakukan take down (menurunkan) akun penjual baju bekas impor. Apabila masih ada yang nekat, akun tersebut akan di-black list sehingga tidak bisa berjualan di platform,” kata Hanung dalam rapat yang turut dihadiri Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) berikut anggotanya. Wakil Ketua Umum idea Budi Primawan menyatakan sepakat dan menegaskan komitmen untuk patuh terhadap aturan pemerintah dan perundang-undangan yang berlaku. Namun, pada praktiknya memberantas penjual pakaian bekas impor tak mudah karena lokapasar tidak memiliki kemampuan memverifikasi produk. (Yoga)
Pameran Produk China
Pameran produk China, ”China Homelife Indonesia”, dilangsungkan Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/3). Pameran yang diikuti oleh sekitar 700 pemasok asal China ini menampilkan produk-produk garmen, tekstil, peralatan rumah tangga, pertukangan, makanan, alat kecantikan, dan peralatan elektronik. Pameran akan berlangsung hingga Sabtu (18/3) mendatang. (Yoga)
INDONESIA SERIUS GARAP PASAR JERMAN
Di bidang pariwisata, Internationale Tourismus Borse atau Bursa Pariwisata Internasional 2023 yang diselenggarakan di Berlin, Jerman, pada 7-9 Maret 2023, menjadi salah satu ajang yang menggambarkan upaya mempererat kerja sama Indonesia-Jerman. Di sela-sela penyelenggaraan kegiatan yang dikenal sebagai ITB Berlin 2023 itu, Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno di paviliun Indonesia di Messe Berlin, Rabu (8/3) menjelaskan beragam bentuk kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan negara dengan perekonomian terbesar di Eropa tersebut. Terkait kepariwisataan, potensi pasar wisatawan asal Jerman tidaklah kecil. Tahun 2022 tercatat 127.845 orang Jerman berwisata ke Indonesia dengan rata-rata pengeluaran 4.174,4 USD per orang dan tinggal di Indonesia selama 33 hari. Dengan kata lain, total pengeluaran wisatawan Jerman di Indonesia tahun lalu saja sekitar 500 juta USD.
Jika diperhitungkan rata-rata pajak dari pengeluaran wisatawan tersebut 15 %, pendapatan pajak yang diterima negara sebesar Rp 1,1 triliun. Juga, belanja senilai 500 juta USD itu mempunyai efek ikutan (trickle down effect) yang cukup besar bagi masyarakat yang berkait langsung dalam kegiatan wisata. Pada April 2023, Hannover Messe yang merupakan ajang pameran teknologi industri terkemuka dunia akan digelar di Jerman. Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN terpilih menjadi negara mitra (official partner) pada ajang bergengsi itu. Ada 150 partisipan, perusahaan dari Indonesia, yang ikut serta. Kita akan tonjolkan bidang otomasi, robotik, juga energi. Kita akan menunjukkan seperti apa Indonesia terkait sustainable energy dan kemampuan teknologi Indonesia di bidang industri otomasi. Terkait kerja sama di bidang ketenagakerjaan, Indonesia turut mengisi kebutuhan tenaga perawat di Jerman. (Yoga)
Dunia Meredam Dampak Negatif SVB
JAKARTA, ID - Otoritas perbankan dan moneter di seluruh dunia berupaya menenangkan pasar dan meyakinkan para investor bahwa bank-bank dalam yurisdiksi mereka memiliki permodalan yang memadai. Langkah itu ditempuh agar kasus kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank, dan Signature Bank di Amerika Serikat (AS), serta kasus kekeringan likuiditas yang dialami Credit Suisse tidak meluas dan menjelma menjadi krisis finansial global. Kasus kebangkrutan bank di AS dan Swiss bakal memaksa Bank Sentral AS, The Fed, berbalik arah. The Fed kemungkinan tidak akan terburu-buru menaikkan Fed funds rate (FFR) pada Federal Open Market Committee (FOMC) meeting, 21-22 Maret mendatang. Meski demikian, tekanan yang dialami pasar saham global akibat kasus kebangkrutan bank di AS mulai reda. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan, ketahanan stabilitas sistem keuangan nasional sangat kuat sehingga tidak akan terdampak oleh penutupan tiga bank di AS, yakni Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank, dan Signature Bank. (Yetede)
BI Perkirakan Pertumbuhan ekonomi Global 2023 Capai 2,6%
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 mencapai 2,6%. Proyeksi tersebut sejalan dengan dampak positif pembukaan ekonomi Tiongkok dan penurunan disrupsi suplai global. BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Eropa lebih baik dari proyeksi sebelumnya, hal ini diikuti oleh risiko resesi yang menurun. “BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 akan mencapai 2,6%. Perbaikan prospek ekonomi global diperkirakan menaikkan harga komoditas non-energi, di tengah harga minyak yang menurun akibat berkurangnya disrupsi suplai,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Maret 2023 pada Kamis (16/3/2023). Perry menuturkan, perkembangan ekonomi global serta ekspektasi kenaikan upah karena keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa mengakibatkan proses penurunan inflasi global berjalan lebih lambat. Hal tersebut mendorong kebijakan moneter ketat negara maju berlangsung lebih lama sepanjang 2023. Pengetatan kebijakan moneter dimaksud, ditambah munculnya kasus penutupan tiga bank di AS, meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global yang menahan aliranmodal ke negara berkembang dan meningkatkan tekanan nilai tukar di berbagai negara. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









