Teknologi
( 1200 )Banyak Berdampak Negatif, Impor Vape Perlu Dilarang
JAKARTA, ID – Impor rokok elektrik—yang biasa disebut vape—perlu segera dilarang karena lebih banyak berdampak negatif. Di samping membunuh petani tembakau dan industri rokok di dalam negeri, vape justru jauh lebih merusak kesehatan dibanding rokok tembakau. Pemerintah diminta untuk tidak ragu-ragu melarang impor maupun peredaran vape di seluruh wilayah Indonesia. Keputusan itu tetap harus didasarkan pada kajian yang mendalam dan menyeluruh terkait manfaat dan mudarat yang ditimbulkan vape dari sisi sosial, kesehatan, maupun ekonomi, termasuk keuangan negara. Tapi, yang sudah terlihat di depan mata, vape lebih banyak mudarat. Sebagian besar vape yang luas beredar di Tanah Air adalah produk impor. “Melarang rokok tembakau akan mengganggu ekonomi rakyat karena ada banyak multiplier effect-nya, mulai petani tembakau, pekerja pabrik rokok, distributor, hingga pedagang rokok. Tapi, rokok elektrik lebih banyak impor,” ujar anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada Investor Daily, Rabu (18/01/2023). (Yetede)
Membaca Pergeseran Budaya Mencari Hiburan
Terhalangnya aktivitas di luar rumah akibat pembatasan kegiatan sosial saat pandemic membuat orang mencari hiburan mengandalkan jaringan internet. Kebiasaan ini berlanjut, bahkan saat pandemic sudah terkendali. Perubahan perilaku dan gaya hidup dalam mencari hiburan ini terpantau dari hasil jajak pendapat Kompas, 15-17 November 2022. Dimana, hanya aktivitas mencari hiburan yang mayoritas masih dilakukan secara daring, sedangkan aktivitas lainnya sudah dijalankan secara luring. Survei yang dilakukan Populix menemukan, 24 % dari 3.000 responden memutuskan berlangganan VOD setelah pandemi dan 52 % diantaranya mengaku menjadi tipe penonton yang kerap melakukan binge watch atau menonton film serial tanpa jeda. Layanan musik streaming digital di Indonesia pun semakin populer dan mengalami peningkatan signifikan setiap tahun. Laporan Statista mengungkapkan, selama masa pandemi nilai pasar musik streaming Indonesia tembus hingga 148 juta USD atau Rp 2,1 triliun. Menurut data Digital Report 2020 dari Hootsuite, dari 175,4 juta pengguna internet di Indonesia, 80 % melakukan streaming musik. Survei yang dilakukan International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) di 22 negara (termasuk Indonesia) menemukan, akibat pandemi, waktu yang digunakan untuk mendengarkan musik semakin lama pada tahun 2022, mencapai 20,1 jam setiap pekan.
Jjajak pendapat Kompas memotret, pencari hiburan melalui layanan streaming didominasi generasi milenial yang memiliki ciri melek terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kebiasaan bermedia sosial. Empat dari 10 responden pencari hiburan tersebut berusia 24-39 tahun. Pascapandemi dengan kondisi yang semakin baik dan terkendali menjadi momentum dunia hiburan bangkit kembali. Bagi industri perfilman, ada harapan dengan meningkatnya jumlah penonton film di bioskop. Menurut data Kemenpafrekraf, meski menurun di 2020 dan anjlok di 2021 hingga hanya 4 juta penonton, pada tahun 2022 penonton mulai kembali memenuhi studio-studio bioskop di Tanah Air. Tercatat 21 juta penonton bioskop, mendekati kondisi tahun 2019 di 29,6 juta penonton. Rekor yang diperoleh film KKN Desa Penari turut mendongkrak capaian tersebut dan bisa menjadi contoh sineas lainnya untuk memproduksi film-film box office. Film KKN Desa Penari mendapat momentum ketika akhirnya tayang di bioskop setelah pandemi melandai dan pada momen hari raya. Film yang ditunggu audiens itu memecahkan rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dalam waktu kurang dari sebulan sejak tayang perdana pada 30 April 2022 hingga mencapai 9 juta penonton. Menemukan strategi baru yang tepat untuk menarik konsumen agar mau melangkahkan kaki kembali ke bioskop dan menonton pertunjukan musik secara langsung menjadi pekerjaan rumah pelaku bisnis hiburan. (Yoga)
Satelit Nano Indonesia Buah Kerja Bersama
Surya Satellite-1 atau SS-1 yang merupakan satelit nano pertama buatan Indonesia resmi dilepaskan dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) menuju orbit Bumi rendah dengan modul deployer milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Peluncuran satelit ini menjadi tonggak pencapaian industri antariksa nasional yang dipelopori ilmuwan muda Indonesia. Pelepasan SS-1 dari ISS menuju orbit Bumi rendah (low earth orbit/LEO) ini dilakukan Jumat (6/1) dan disiarkan secara langsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, serta Tsukuba Space Center, Jepang. Turut menyaksikan peristiwa ini dari Gedung BJ Habibie, antara lain, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dan Dubes Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji. Sebelum mengorbit di LEO, SS-1 telah diluncurkan menuju ISS pada Minggu, 27 November 2022. Peluncuran SS-1 menuju ISS tersebut menggunakan roket SpaceX CRS-2 dari NASA di Kennedy Space Center, Florida, AS. Pelepasan SS-1 menuju orbit ini membuat satelit tersebut akan beroperasi di ketinggian 400-420 kilometer di atas permukaan Bumi dengan sudut inklinasi 51,7 derajat.
Satelit ini akan melewati Indonesia selama 1,5 jam hingga 2 jam sekali. Peluncuran satelit nano relatif baru di Indonesia karena mayoritas yang beroperasi dan dipakai saat ini merupakan satelit mikro. Berdasarkan spesifikasinya, SS-1 adalah satelit nano atau cubesat yang berukuran 10 sentimeter x 10 cm x 11,35 cm. Satelit ini memiliki berat 1-1,3 kg atau lebih kecil daripada satelit mikro yang memiliki berat 50-70 kg. Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN Robertus Heru Triharjanto menyampaikan, dengan dimensi SS-1 yang sangat kecil, satelit ini dapat beroperasi minimal hingga dua tahun. Lama waktu SS-1 mengorbit juga bergantung pada baterai yang tertanam di satelit ini. Setelah beroperasi, satelit nano ini bisa berfungsi sebagai media komunikasi via satelit dalam bentuk pesan singkat (SMS). Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mitigasi bencana, pemantauan jarak jauh dan level ketinggian air, serta komunikasi darurat. Beragam fungsi SS-1 membuat satelit ini sangat efektif, terutama untuk Indonesia sebagai negara kepulauan. (Yoga)
INDUSTRI TELEKOMUNIKASI : MEMACU PENETRASI 5G SAMPAI PERDESAAN
Kementerian Komunikasi dan Informatika bakal melelang setidaknya tiga pita frekuensi pada tahun ini untuk menggenjot penggelaran jaringan telekomunikasi generasi kelima di Tanah Air.
Keinginan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyediakan layanan telekomunikasi generasi kelima (5G) hingga ke kawasan perdesaan bukan isapan jempol belaka. Bila tidak ada aral melintang, Kemenkominfo akan melelang sejumlah pita frekuensi pada 2023 untuk mengoptimalkan penggelaran jaringan 5G. Beberapa pita frekuensi itu adalah pita 700 MHz, pita 3,5 GHz, dan 26 GHz. Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail mengatakan bahwa spektrum baru untuk layanan broadband khususnya 5G masih belum dapat dirilis secara optimal. “Untuk bidang spektrum frekuensi radio, di tahun 2023 Kementerian Kominfo menargetkan untuk merilis beberapa pita frekuensi sebagai tambahan spektrum untuk layanan broadband, misalnya pita 700 MHz dan pita 3,5 GHz,” katanya kepada Bisnis, Senin (2/1). Menurutnya, tantangan yang dihadapi dalam penggelaran jaringan 5G adalah kandidat spektrum frekuensi radio baru.
Direktur Penataan Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Denny Setiawan mengungkapkan tahapan seleksi yang kemudian dilanjutkan dengan lelang frekuensi untuk teknologi 5G bakal digelar pada kuartal I/2023. Adapun, spektrum frekuensi yang disiapkan untuk 5G adalah frekuensi 700 MHz, 26 GHz, serta 3,5 GHz. “Untuk frekuensi 700 MHz, akan dilelang sekitar kuartal I/2023, pascarampungnya program analog switch off, sedangkan untuk frekuensi 3,5 Ghz dan 26 Ghz akan dilakukan sepanjang 2023,” tuturnya. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan bahwa pengelolaan spektrum frekuensi merupakan bagian dari lima resolusi pada Tahun Baru 2023.
Mitratel Bidik 1.800 Menara Indosat
JAKARTA, ID – Setelah menuntaskan akuisisi fiber optik sepanjang 6.000 kilometer (km), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL) berminat mencaplok 1.800 menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Hal ini dilakukan untuk memperkuat posisi Mitratel di industri penyewaan menara telekomunikasi nasional. “Kami ter tarik dengan rencana IOH menjual menara telekomunikasi. Tetapi, sejauh ini, belum ada pengumuman resmi dari IOH,” ujar Direktur Investasi dan Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Hendra menekankan, perseroan berminat untuk meminang sejumlah menara telekomunikasi yang produktif dan potensial. Selain itu, Mitratel memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengakuisisi menara Indosat. (Yetede)
Ketersediaan Data Valid jadi Kunci Dukung Pembangunan
JAKARTA, ID – Pemerintah meluncurkan portal Satu Data Indonesia (SDI) sebagaimana salah satu solusi dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mendukung pembangunan di Tanah Air. Portal SDI juga dapat berfungsi sebagai marketplace data pemerintah yang mempertemukan supply and demand terhadap data. Melalui portal tersebut, seluruh data dari berbagai kementerian/ lembaga (K/L) dan daerah terhubung menjadi satu, sehingga bisa menjadi sumber data utama yang valid di Indonesia. Sejauh ini portal SDI telah menghubungkan portal K/L mencapai 58% atau sebanyak 43 dari 83 kementerian/ lembaga. Sementara itu, di tingkat provinsi sudah mencapai 68% atau 26 dari 38 provinsi di Indonesia. Untuk tingkat kabupaten/kota baru mencakup 18% atau sebanyak 95 dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. “Presiden mengatakan data itu seperti ‘minyak baru’ yang lebih berharga dari minyak, dan data menjadi valid dan menjadi salah satu kunci pembangunan,” kata Suharso dalam grand launching Portal Satu Data Indonesia, Jumat (23/12/2022). (Yetede)
Akuisisi Fiber Optik 6.012 km Mitratel Perkuat Ekosistem Tower
JAKARTA, ID – Emiten menara Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) baru saja menuntaskan transaksi akta jual beli (AJB) fiber optik sepanjang 6.012 km senilai Rp 603 miliar. Aksi borong aset ini akan memperkuat ekosistem bisnis tower perseroan. Di tahun depan kontribusi revenue yang diperoleh dari fiber optik diprediksi mencapai hingga 10%. Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel, Hendra Purnama, menyampaikan bahwa akuisisi fiber optik merupakan bagian dari rencana perseroan dalam mengembangkan ekosistem tower, agar perseroan tidak mengandalkan pendapatan dari bisnis tower semata. “Kita mulai masuk agresif industri fiber optik di kuartal I-2022. Kita targetkan di tahun ini bisa mengoperasikan sekitar 15.000 km yang terdiri atas 9.000 km hasil membangun dan 6.000 km dari akuisisi ini. Kita melihat kesempatan dan kebetulan kita mendapatkan penawaran yang baik sehingga kita melakukan akuisisi,” ucap Hendra dalam mini conference, Kamis (22/12/2022). (Yetede)
Mitratel (MTEL) Optimistis Akuisisi Serat Optik Berdampak Positif Bagi Bisnis
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) meyakini penambahan aset serat optik akan memberi dampak positif bagi bisnis perseroan, seiring dengan kebutuhan operator seluler akan infrastruktur yang mendukung layanan internet cepat, termasuk 5G, dalam beberapa tahun ke depan. Mitratel telah mengakuisisi serat optik sepanjang 6.012 kilometer milik PT Sumber Cemerlang Kencana Permai (SCKP) dan PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS). Ribuan kilometer serat optik tersebut selama ini telah menghubungkan 2.436 menara telekomunikasi yang ada di 86 kota dan kabupaten di Pulau Jawa dan Bali.“Akuisisi fiber optik ini kami yakini merupakan langkah yang tepat dalam mendukung percepatan proses fiberisasi, yang juga merupakan bagian dari percepatan menuju adopsi 5G yang menjadi target utama Mitratel dalam beberapa tahun ke depan sebagai upaya untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko.Direktur Investasi merangkap Corporate Secretary MTEL Hendra Purnama mengatakan serat optik memiliki peran sangat esensial dalam pengembangan jaringan internet cepat ,terutama 5G.
Sementara itu PT Indosat Tbk. mengoperasikan 90 BTS 5G pada kuartal III/2022, bertambah 57 BTS dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang sebanyak 33 BTS 5G.Mengenai rencana pengembangan ribuan kilometer serat optik yang telah diakuisisi tersebut, kata Hendra, dalam waktu dekat perusahaan akan fokus untuk memonetisasi jaringan serat optik yang telah dimiliki.
Telkom Siap jadi Pemain Utama Data Center RI dan Asean
BATAM, ID - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) siap menjadi pemain utama data center Indonesia dan regional Asean. Di dalam negeri, Telkom akan memaksimalkan landbank strategis untuk membangun data center berkapasitas 1 gigawatt. Sedangkan di Asean, Telkom berpeluang membangun data center berkapasitas 400 MW. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah di sela peletakan batu pertama (groundbreaking) data center Telkom di Batam, Rabu (21/12/2022). Acara itu antara lain dihadiri Chief Executive Officer (CEO) Singtel Yuen Kuan Moon, Chief Commercial Officer (CCO) Regional Data Center Singtel Andrew Lim, CEO Medco Energi Power Eka Staria, dan jajaran direksi Telkom. Data center Telkom di Batam akan dibangun di atas lahan seluas 5 ha di Kabil Industrial Estate (KIE). Proyek ini ditargetkan tuntas pada kuartal II-2024. Pada tahap awal, data center Telkom di Batam akan berkapasitas 17 MW. Ke depan, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 51 MW. (Yetede)
Tiga Besar Operator Telko Bersaing Ketat
DOHA, ID – Tiga besar operator telko di Indonesia bersaing ketat mempertahankan posisi top three dengan melakukan konsolidasi dan kolaborasi. Hanya dengan strategi itu, perusahaan telko mendapatkan pendanaan dan teknologi terbaru untuk mengembangkan layanan, menambah pelanggan, dan melakukan efisiensi. Dari sisi pangsa pasar, top three adalah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison), dan PT XL Axiata Tbk. Berdasarkan data dari laporan thunan masing-masing perusahaan, operator seluler yang memiliki pelanggan terbanyak adalah Telkomsel, menembus 176,0 juta atau menguasai pangsa pasar 53,1% dari total pelanggan operator seluler di Tanah Air sebanyak 331,2 juta tahun lalu. Berikutnya, Indosat Ooredoo Hutchison memiliki pelanggan 62,9 juta (19,0%) dan XL Axiata 57,9 juta (17,5%). Sedangkan operatoryang lain, PT Smartfren Telecom Tbk, memiliki pelanggan 34,4 juta (10,4%). Smartfren berpotensi besar masuk posisi ketiga. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









