Investasi Manufaktur Melonjak 29%
Nilai investasi industri manufaktur
sepanjang semester I-2021 mencapai Rp 167,1
triliun, melonjak 29% dibanding periode sama
tahun lalu Rp 129,6 triliun. Jumlah tersebut
berkontribusi 37,7% terhadap total investasi
nasional Rp 442,8 triliun.
“Adapun dua sektor manufaktur
primadona yang menjadi penyumbang terbesar investasi adalah
logam dasar, barang logam, bukan
mesin dan peralatannya sebesar Rp 57,6 triliun dan makanan
Rp 36,6 triliun (8,3%),” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus
Gumiwang Kartasasmita dalam
keterangan resminya, Rabu (28/7).
Agus menjabarkan, sepanjang
enam bulan 2021, penanaman
modal dalam negeri (PMDN)
sektor industri mencapai Rp 46,3
triliun atau berkontribusi 21,6%
dari total PMDN yang menembus
Rp 214,3 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) di industri
mencapai Rp 120,8 triliun atau
berkontribusi 52,9% dari total PMA
Rp 228,5 triliun.
Sebelumnya, Ekonom Core
Indonesia Ina Primiana meminta
pemerintah menjaga momentum
bagus sektor manufaktur. Sebab,
di tengah pandemi Covid-19, manufaktur masih menggeliat.
Dia mencatat, kontribusi manufaktur ke produk domestik bruto
(PDB) masih 19,84%, sama seperti
sebelum pandemi. Indeks manajer
pembelian (purchasing managers
index/PMI) juga dalam tren positif. Bahkan, pada Mei 2021, PMI
mengukir rekor baru, sebesar
55,3 poin
(Oleh - HR1)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023