Eropa akan Tingkatkan Produksi Baterai
Paris - Eropa akan meningkatkan produksi baterai untuk mobil listrik dengan mengembangkan basis produksinya sendiri. Karena penjualan mobil listrik melonjak dan mobil-mobil baru berbahan bakar fosil bisa jadi tidak akan dipasarkan lagi mulai 2035. Peningkatan produksi baterai ini sudah menjadi isu kemanan nasional di Eropa. Tapi juga membuka peluang bisnis serta lapangan kerja. Baterai untuk mobil listrik dapat mencapai bobot 600 kilogram (kg) sehingga akan memakan porsi terbesar dari nilai jual kendaraan listrik. Untuk saat ini, produksi terbesar baterai listrik ada di Asia. Para produsen terbesarnya berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.
Daimler dalam pengumumannya pekan lalu merencanakan pembangunan delapan pabrik baterai di seluruh dunia untuk merek mobil Mercedez-Benz dan Smart. Sementara itu Stellantis Group, yang menaungi 12 merek mobil termasuk Fiat, Chrysler, Jeep, dan Peugeot, akan membangun lima pabrik di Eropa dan Amerika Utara. Tesla selaku produsen terdepan mobil listrik dunia tahun ini akan membuka gigafactory pertama di Eropa di Berlin, Jerman. Pabrik itu diklaim akan menjadi pabrik sel baterai terbesar dunia dengan kapasitas produksi 250 gigawatt jam pada 2030.
(Oleh - IDS)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023