Insentif PPnBM 100 Persen Diperpanjang
JAKARTA - Pemerintah tak ingin kehilangan momen peningkatan penjualan kendaraan bermotor sejak Maret lalu karena adanya insentif PPnBM 100 %. Kebijakan ini mampu gairahkan pasar otomotif dan industri di bawahnya. Sehingga pemerintah umumkan perpanjangan hingga Agustus. Semestinya skema insentif 100 % berakhir Mei, dilanjutkan 50 % pada Juni-Agustus, dan 25 % (September-Desember).
"Kementerian Keuangan sudah senada dengan kami, bahwa PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) dapat diperpanjang. Hal ini sesuai arahan Presiden, perlu terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah pandemi. Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di Tanah Air, khususnya sektor industri yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,’ ujar Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian, kemarin (13/6).
Perpanjangan pemberian insentif PPnBM yang diusulkan Menperin ini telah disetujui Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (11/6) lalu. Usulan perpanjangan ini sebelumnya juga telah diminta Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) karena melihat respon dan efek positif dari kebijakan tersebut.
"Perpanjangan fasilitas PPnBM 100 % untuk penjualan mobil 4x2 di bawah 1.500 cc hingga Agustus. Selanjutnya, periode untuk diskon PPNBM 50.% diperpanjang menjadi Desember,” jelasnya. Kemenperin mencatat, sektor otomotif didukung 21 perusahaan dengan total kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun dan serapan tenaga kerja langsungnya sebanyak 38 ribu orang. Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.
"Artinya, industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat karena melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya mulai dari hulu ke hilir,” katanya.
Masih katanya, sejak insentif diberlakukan Maret lalu, terjadi kenaikan penjualan mobil baru hingga 28,85 %. Bahkan, April melonjak 227 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on yvear/yoy). Merujuk data Gaikindo, penjualan ritel secara akumulatif, Januari-April naik 5,9 % yoy menjadi 257.953 unit. Secara bulanan, volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80 ribu unit per bulan.
Ketua 1 Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan, perpanjangan insentif ini sesuai penilaian dan hasil evaluasi pada Maret-Mei. "Kami melihatnya tepat sasaran dan semua pihak happy dengan adanya stimulus ini,” ujarnya.
la menilai program diskon 100 % PPnBM ini berjalan sukses. Semua pihak diuntungkan, baik dari segi pelaku usaha otomotif, konsumen dan pemerintah. Tak hanya pelaku industri otomotif yang mendapat keuntungan dari kenaikan penjualan mobil yang signifikan, pemerintah pun berhasil meraih PPn dan PPh dari meningkatnya penjualan mobil.
"Di sisi lain, konsumen mendapat kendaraan baru dengan harga terjangkau," tukasnya.Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023