Indonesia Bakal Menjadi Pemain Baterai Dunia
Jakarta - Indonesia, melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI), akan menjadi pemain global baterai kendaraan listrik dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Hal tersebut sering dengan dimulainya produksi baterai skala besar IBI yang mencapai 140 giga watt hour (gWh) pada 2025. DIrektur IBI mengatakan visi perusahaanya cukup ambisius, yakni menjadi pemain global. Visi tersebut bisa diwujudkan lantaran Indonesia punya bahan baku baterai kendaraan listrik serta memiliki pasar yang besar.
IBI telah melakukan kajian mendalam, dan hasilnya menyatakan, Indonesia berpeluang dapat memenuhi 20% kebutuhan baterai kendaraan listrik dunia. Bahkan, pasar Asia Tenggara pun akan dapat dikuasai oleh produksi baterai nasional. IBI akan mengembangkan bisnis baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. Hal ini dimulai dari tambang, peleburan/pemurnian, bahan kimia baterai, sel baterai, hingga ke daur ulang.
Kebutuhan investasi untuk pengembangan baterai kendaraan listrik yang terintegrasi IBI, dari hulu hingga ke hilir, mencapai US$ 15,3 miliar. Dana tersebut dibutuhkan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik mencapai 140 gWh. Untuk sisi hulu dimulai dari tambang akan digarap oleh ANTAM dan MIND ID. Peleburan/pemurnian yang akan menghasilkan RKEF dan HPAL masing-masing membutuhkan dana investasi US$ 1,3 miliar. Sel baterai dan daur ulang butuh investasi US$ 6,73 miliar dan US$ 30 juta.
(Oleh - IDS)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023