Industri Halal, Modal Kuat Produsen Lokal
JAKARTA — Indonesia diyakini memiliki kekuatan untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia dengan kinerja ekspor makanan yang mencapai US$31 miliar. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) Adhi S. Lukman mengatakan angka ekspor tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan Malaysia. Namun, berdasarkan Indikator Ekonomi Islam Global pada 2019, Indonesia masih menduduki peringkat keempat eksportir halal dunia setelah Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Adapun, peluang peningkatan permintaan makanan halal dunia diproyeksi akan mencapai US$1,38 triliun pada 2024 yang harus digarap serius oleh industri makanan Tanah Air. “Seharusnya kita sudah menjadi eksportir produk halal dunia terbesar karena setiap produk yang kita ekspor pasti halal,” katanya dalam sebuah webinar, Minggu (6/6).
Senada, Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Kokok Alun Akbar mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi produsen halal ranking satu di dunia. Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIEST) IPB Irfan Syauqi Beik mengatakan salah satu percepatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja industri halal adalah dengan pemberian insentif pada pelaku usaha baik kecil dan menengah. “Dengan demikian setiap pelaku usaha terdorong mengimplementasikan halal dalam setiap proses produksinya,” kata Irfan.
(Oleh - HR1)Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023