KPPU Dalami Lonjakan Harga Tak Wajar Telur dan Daging Ayam
Jakarta, CNN Indonesia --Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendalami fenomena lonjakan harga tak wajar telur dan daging ayam di beberapa daerah selama Ramadan. Deputi Kajian dan Advokasi KPPU Taufik Ariyanto mengatakan hal tersebut lantaran kenaikan harga di tingkat konsumen tak diikuti dengan peningkatan harga di tingkat peternak. "Ke depannya, akan kami pantau dan kami dalami khusus untuk gejolak-gejolak yang tidak simetris ini terutama daging ayam dan telur ayam," ujarnya dalam virtual conference, Jumat (16/4).
Kenaikan harga telur dan daging ayam tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah kerja yang disurvei oleh KPPU. Di kantor wilayah (kanwil) IV yang meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB, misalnya, harga ayam potong mengalami lonjakan hampir 30 persen. Kemudian, untuk kanwil VI yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua kenaikan harga daging dan telur ayam mencapai 11 persen-25 persen. "Kemudian juga ada faktor kendala logistik ada beberapa informasi lapangan yang menyebutkan hambatan pasokan untuk masuk ke pasar karena masalah banjir faktor cuaca dan sebagainya," tutur Taufik. Kemudian ada pula faktor panjangnya distribusi dari petani hingga ke konsumen. "Ini juga masih jadi PR yang belum terselesaikan di mana jalur distribusinya sangat berjenjang dan panjang," pungkas Taufik.
(Oleh - HR1)Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023