Industri Makanan Optimis
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman menyatakan, permintaan terhadap produk makanan-minuman olahan pada Ramadhan-Lebaran tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Ramadhan-Lebaran 2020 berdekatan dengan pengumuman pembatasan sosial berskala besar sehingga masyarakat masih beradaptasi.
Situasi itu sejalan dengan Survei Konsumen yang digelar Bank Indonesia pada Maret 2021. Survei tersebut mengindikasikan berlanjutnya perbaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Maret 2021 yang mencapai 93,4 atau meningkat dibandingkan dengan indeks Februari 2021 yang tercatat 85,8 atau Januari 2021 yang 84,9.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memperkirakan, konsumsi pangan segar di kota besar, khususnya Jakarta, akan meningkat lantaran adanya larangan mudik. Dia memprediksi, permintaan daging sapi akan melonjak 50 persen dan daging ayam 10-20 persen.
Kebutuhan daging sapi nasional pada April dan Mei 2021 diperkirakan mencapai 59.979 ton dan 76.769 ton. Sisa stok pada akhir Maret 2021 mencapai 27.243 ton. Adapun pasokan selama dua bulan itu secara berturut-turut berkisar 78.116 ton dan 75.243 ton.
Postingan Terkait
Kuota Impor Sapi Dibebaskan Pemerintah
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023