Ubah Sampah Rumah Tangga jadi Bahan Bakar
PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) bersama masyarakat kini berencana mengubah limbah sampah menjadi bahan bakar briket. Pengolahan sampah rumah tangga ini diyakini menjadi solusi mengatasi persoalan sampah yang kerap menjadi masalah di lingkungan masyarakat. Sebagai solusi yang ditawarkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengenal alat dimana sampah diubah menjadi bahan bakar.
Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyambut baik kerjasama dengan PT. Revorma Sagara Artha tersebut yaitu untuk melakukan Demo Mesin Pengolah Sampah dengan harapan adanya mesin pengolah sampah dapat mengurangi timbunan sampah plastik dan penanganan sampah yang berkontribusi di Indonesia, khususnya di kabupaten Muba. Inovasi ini menjadi solusi luar biasa, sampah rumah tangga dilakukan bioaplikasi diolah selama 1 minggu, kemudian diproduksi menjadi sebuah produk briket yang menuju ke energi dan bahan bakar.
Ia menambahkan, untuk di Muba memang belum ada, jadi ini adalah bagian dari proses untuk mempelajari apakah ini bisa diterapkan di Muba atau tidak dengan kapasitas persampahan yang sedemikian. "Apabila ini kita anggap oke, maka ini akan kita terapkan di Muba, yang luar biasa lagi kalau ada pihak swasta yang berkontribusi, mau memulai melakukan disini," ungkapnya.
Merurut Beni, semua sektor harus paham bahwa bukan persoalan sampah rumah tangga saja, namun ada sampah-sampah sisa perkebunan yang juga perlu penanganan.
"Misalnya kita sedang gencar-gencarnya menggalakkan replanting. Ini juga bagian memberikan solusi bagi petani kelapa sawit dalam mengolah pohon kelapa sawit tersebut. Jadi ini akan dikaitkan dengan cerdas agar program replanting menekan sampah, termasuk juga sisa-sisa pohon karet," ujarnya.
Sementara Komisaris Utama PT RSA Technology Irastu Linggawara menjelaskan, sampah adalah barang yang tidak bernilai di tengah masyarakat dimana hal tersebut sudah menjadi masalah klasik di Indonesia. Data KLHK menunjukkan jumlah timbunan sampah di Indonesia secara nasional sebesar 175 ribu ton perhari atau setara 64 juta ton pertahun.
"Selain itu, untuk membangaun fasilitas pengolahan sampah dan pengawasan di lokasi kajian sesuai acuan DED. Serta untuk mendpatkan sumber energi alternatif dari sampah." terangnya.
Senada yang diungkapkan Kepala DLH Andi Wijaya Busro SH MHum, dirinya berharap masyarakat kabupaten Muba dapat mendukung upaya yang dilakukan pihaknya.
Lanjutnya, metode pengolahan sampah itu ada 3 R, daur ulang, tuna ulang. Dalam proses 3 M pengolahan sampah ini diolah jadi bahan lain saah satunya demo sampah diolah menjadi bahan energi. Bagaimana sampah ini kemudian diolah menjadi bahan briket yang bisa digunakan skala rumah tangga juga skala industri.
"Dengan alat ini bisa membuat bahan briket yang bisa digunakan dalam proses industrinya. Artinya ini bisa menjadi solusi yang baik dalam mengatasi masalah sampah diwilayah Muba ini," katanya.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023