Sembuh Usai Konsumsi Madu, Putuskan Berwirausaha - Danang dan Kesuksesan Menjalankan Bisnis Madu Sialang
Meski sudah menggeluti dunia perkebunan selama 32 tahun. Hal itu tak membuat Danang ragu untuk berwirausaha. Pria berusia 57 tahun itu rela berhenti kerja menekuni usaha madu. Tak bisa dipungkiri. Madu Sialang memiliki banyak khasiat. Hal itu dirasakan Danang. Awal mula menggeluti usaha madu Sialang, lantaran dirinya diterpa penyakit kronis. Beragam upaya dia lakukan untuk menyembuhkan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Uniknya, beberapa dokter menyarankan agar dia mengkonsumsi madu. Begitupula ketika dia memetik penggalan buku religi, dimana Rasulullah SAW, sangat menyukai madu sebagai obat dan stamina. Alhasil, pengobatan alami itu berjalan dengan baik. Penyakit yang menggerogoti tubuh pria itu pun sirna.
Kini untuk mendapatkan madu Sialang, sedikit sulit. Itu lantaran hutan mulai di rambah. Hal ini pula membuat alumnus Universitas Tunas Pembangunan, bersikukuh membuat penakaran madu Sialang. Namun penangkaran madu Sialang, tidak semudah penangkaran madu klanceng. Madu Sialang, harus tumbuh kembang di alam liar. Pohon tempat madu Sialang bersarang, antara lain menggeris (Koompassia excelse), pohon Kedondong hutan, batang kayu Sialang, dan batang kayu Ara. Umumnya pohon yag hidup di hutan hujan ini tumbuh di dataran rendah, tapi juga ditemukan di dataran sedang. Tinggi dapat mencapai 88 meter.
Agar bisa mendapatkan Madu Sialang dari lebah liar ini, Danang harus bekerja sama dengan para petani serta pemilik lahan. Kini pohon Sialang yang tersisa tidak lagi dimiliki masyarakat. Pemiliknya lebih ke perseorangan yaitu pengelolah atau penggarap lahan, tempat pohon itu tumbuh. Danang sendiri, kini menekuni usahanya di dua daerah, Bayung Lincir dan Lahat. Karena di dua daerah tersebut masih memiliki banyak pohon tempat madu Sialang membuat sarang. Dalam satu tahun, pemanenan dilakukan sekitar 7-8 kali, hasilnya bisa mencapai 10 ton madu Sialang. Jenis madu yang dihasilkanpun ada dua warna. Khusus Bayung Lincir, madunya lebih dominan berwarna hitam. Sedangkan asal Lahat biasanya berwarna agak lebih kekuningan. Mengenai khasiat, keduanya sama - sama memiliki khasiat yang sama. Untuk memanen madu, ada petugas tersendiri. Selain pohonya besar dan tinggi, harus mengetahui teknik tata cara memanen.
Dalam pengepakan madu , juga dilakukan dengan hati-hati. Ada bebrapa tips untuk mengetahui madu tersebut asli atau tidak. Pertama kita harus ikut sendiri orang mengambil madu dari sarangnya. Kedua, berdasarkan hasil BPPOM. Dan terakhir, adalah berdasarkan pengalaman. Bagi penikmat madu Sialang, bisa merasakan sensasi manisnya madu dengan mengeluarkan kocek sekitar Rp 250 ribu / kg. Penuh percaya diri Danang menyebut, angkanya bisa mencapai miliaran rupiah pertahun. 10 ton dikalikan Rp 250 rb, sekitar Rp 2,5 miliar. itulah yang memyebabkan dia meninggalkan pekerjaan sebagai manager perkebunan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023