DPR: Relaksasi PPnBM Berpengaruh Positif ke Perekonomian
JAKAR TA – Ketua Komisi XI
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
RI Dito Ganinduto menyambut baik
kebijakan relaksasi penurunan tarif
pajak penjualan atas barang mewah
(PPnBM) untuk kendaraan bermotor.
Kebijakan ini akan berdampak positif
terhadap produksi dan penjualan industri otomotif.
Ia mengatakan, relaksasi juga bertujuan untuk meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan memberikan jump start pada perekonomian. Bahkan, kebijakan ini juga akan memberikan pengaruh terhadap keseluruhan ekonomi, dari sisi produksi akan mencapai 81.752 unit dan diproyeksikan dapat menyumbangkan penerimaan negara sebesar Rp 1,62 triliun.
Di sisi lain, industri pendukung
otomotif menyumbang lebih dari 1,5
juta orang pekerja dan berkontribusi
terhadap PDB sebesar Rp 700 triliun. Dengan demikian, kebijakan relaksasi ini mendorong tumbuhnya
industri komponen dan industri
pendukung di dalam negeri untuk
mengurangi ketergantungan bahan
baku dan komponen impor pada industri otomotif dan permesinan serta
meningkatkan daya saing industri
nasional.
Sebelumnya, pemerintah memberikan insentif penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk jenis kendaraan bermotor tertentu. Pemberian insentif akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan dengan masing-masing tahap akan berlangsung selama tiga bulan.
Insentif PPnBM sebesar 100%
dari tarif akan diberikan pada tahap
pertama, lalu diikuti insentif PPnBM
sebesar 50% dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua. Tahap
terakhir, insentif PPnBM diberikan
sebesar 25%. Besaran insentif ini
akan dilakukan evaluasi setiap tiga
bulan
(oleh - HR1)
Tags :
#Pajak Pertambahan NilaiPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
UMKM Masih Bisa Nikmati PPh Final Nol
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023