;

Bawas Ungkap Sebab Kedelai Mahal : Ada Lingkaran Setan yang Sulit Dibasmi

Ekonomi Mohamad Sajili 04 Feb 2021 Sinar Indonesia Baru
Bawas Ungkap Sebab Kedelai Mahal : Ada Lingkaran Setan yang Sulit Dibasmi

Harga kedelai yang dibeli para perajin tahu dan tempe dari para importir mengalami kenaikan drastis sejak tahun 2020. Normalnya, harga kedelai ada di kisaran Rp 6.100-6.500 per Kg per Maret-April 2020 lalu.

Menurut catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag), pada Februari ini harga kedelai di tingkat produsen tahu dan tempe akan menyentuh Rp 9.500/Kg. Hal itu membuat harga tahu dan tempe di dalam negeri ikut naik.

Namun, menurut Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas, harga kedelai impor naik juga disebabkan oleh lingkaran setan kartel-kartel importir. Buwas mengatakan, jalur distribusi kedelai yang berlapis-lapis membuat ongkos pengiriman kedelai menjadi mahal, dan akhirnya dibebankan kepada masyarakat.

Bulog sendiri sebenarnya punya tugas menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga kedelai seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum BULOG Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. Namun, menurut Buwas hingga saat ini pihaknya tak bisa menjalankan tugas tersebut, terutama untuk impor kedelai.


Download Aplikasi Labirin :