;

6.000 Pengusaha Warteg Jabodetabek Terancam Bangkrut

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 27 Jan 2021 Investor Daily, 27 Januari 2021
6.000 Pengusaha Warteg Jabodetabek Terancam Bangkrut

Sekitar 6.000 pengusaha rumah makan warung tegal (warteg) di Jabodetabek terancam bangkrut. Mereka mengaku tak kuat lagi menahan gempuran pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap roda perekonomian di kalangan masyarakat menengah ke bawah, yang merupakan para pelanggan warteg. 

“Iya, teman-teman terancam gulung tikar,” ujar Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, di Jakarta, Selasa (26/1). Dia menjelaskan, beberapa faktor penyebab pemilik warteg terpaksa menutup usahanya, antara lain karena daya beli masyarakat menurun. “Sejak pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Jabodetabek, daya beli masyarakat menurun. Sementara, kami harus memperpanjang kontrak sewa tem pat, kami sudah tidak sanggup lagi,” bebernya.

Jumlah warteg yang ada di Jakarta menyebutkan mereka kehilangan omzet hingga di atas 50% selama masa pandemi virus corona (Covid-19) karena jumlah pelanggan yang kian menurun. Berbagai cara tetap dilakukan para pedagang warteg agar pelanggan tetap bertahan dan tidak kabur ke tempat lain, mulai dari mengurangi harga, tidak menaikkan harga meski harga bahan pokok cenderung naik, dan berbagai trik lainnya.

Hal serupa diungkapkan Hari (45) pedagang Warteg Jaya Sari di Jalan Kedondong Raya Kelurahan Sunter Jaya. Ia menyebutkan jumlah pelanggan yang datang ke tempatnya amat berkurang di masa pandemi. "Biasanya di jam makan siang (11.00- 14.00) itu bisa ada 20-30 pelanggan datang makan, sekarang hanya 10 dan dalam sehari jarang bisa sampai 20 pelanggan saja sudah lumayan," kata Hari. 

(Oleh - HR1)

Tags :
#Pengusaha
Download Aplikasi Labirin :