2030, Indonesia Tak Lagi Impor Bensin
Pemerintah memproyeksikan tidak akan ada lagi impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (gasoline) pada 2030 dengan rampungnya proyek kilang dan diversifikasi bahan bakar kendaraan ke gas dan listrik. Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mendesain proyek kilangnya agar lebih banyak menghasilkan bensin. Jika tidak ada upaya apapun, impor bensin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri akan terus membesar ke depannya. Namun, pemerintah telah mendorong sejumlah upaya untuk menekan angka impor ini, seperti pengembangan empat kilang eksisting dan pembangunan satu kilang baru, program bahan bakar gas (BBG), bahan bakar nabati (BBN), dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB).
Impor bensin di tahun depan diperkirakan akan naik hingga menjadi 140 juta barel dari prognosa 2020 yang sebesar 91 juta barel. salah satu potensi pengurangan impor bensin bisa diperoleh dari proyek hilirisasi batu bara yang dapat menghasilkan metanol dan alkohol dengan bensin. Subtitusi bensin dengan pencampuran metanol dan etanol masih dalam pengkajian Lemigas. Sementara, terkait implementasinya, masih menunggu kapan produk metanol dan etanol ini dapat diproduksi di dalam negeri, mengingat salah satu tujuannya untuk mengurangi impor.
(Oleh - IDS)
Tags :
#ImporPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023