Produsen Tahu-Tempe Mogok Produksi
Ketua Primer Koperasi Karya Mulya di Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo, arahan mogok produksi dari Gakoptindo itu bersifat wajib khusus di daerah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sedangkan di Jawa Timur sifatnya hanya imbauan.
Aksi mogok produksi itu tujuannya agar harga tempe dan tahu di pasaran bisa terdongkrak naik, sehingga produsen tidak merugi akibat bahan baku yang harganya makin melambung tinggi. Meski ada aksi mogok produksi selama tiga hari, harga kedelai di pasaran masih tinggi. Di kisaran Rp 9.200/kg Padahal, pada Maret lalu harganya di kisaran 7.000/kg.
Kenaikan harga bahan baku utama pembuatan tempe dan tahu karena perdagangan kedelai dikendalikan swasta. Saat ini, pasokan kedelai di Indonesia mengandalkan impor lantaran produksi kedelai dalam negeri tidak mencukupi.
Tags :
#Kenaikan HargaPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023