Geliat Bisnis Barang Konsumen, Prospek 2021 Cukup Menjanjikan
Direktur
Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Arif Hudaya menyebutkan pasar pada 2021
bakal cukup menantang jika merujuk pada perkembangan Covid-19 yang dipenuhi
ketidakpastian. Dimana pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi bakal menjadi
dua indikator yang akan terus diamati pelaku usaha. “Tahun 2021 Ini sangat menarik.
Saya rasa masih cukup menantang. Kita tidak tahu apakah situasi akibat Covid-19
akan terus berlanjut atau justru menjadi periode pemulihan ketika pertumbuhan
PDB kembali terjadi,” Kata Arif dalam acara Indonesia Industry.
Secara umum, Arif meyakini bahwa barang konsumsi tetap akan diperlukan oleh masyarakat. Penjualan produk FMCG Unilever tercatat masih tumbuh dengan akumulasi selama Januari – September senilai Rp32,45 triliun atau naik 0,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 32,36 triliun.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam sambutannya saat membuka IIO 2021 Conference Mengemukakan bahwa Indonesia telah menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan bergerak rentang -1,6% sampai 0,6% sepanjang 2020. “Kita masih punya kesempatan untuk tumbuh di rentang lebih baik dari negara lain.” Ujarnya
Di sisi lain, pertumbuhan penjualan FMCG pada 2021 bakal amat tergantung pada perfoma di general trade atau toko tradisional. Penjualan di segmen ini tercatat mengalami kontraksi dalam lantaran daya beli kelompok menengah ke bawah yang kehilangan daya beli.
Staff Ahli Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan pengamat ritel Yongky Susilo mengatakan jumlah toko mencapai 3,5 juta unit secara nasional, kontribusi penjualan FMCG di general trade menyumbang sampai 65% setiap tahunnya. Namun dengan kontribusi yang besar itu, penjualannya justru tumbuh negatif. Namun, dia meyakini pada 2021 penjualan pada segmen general trade dan modern trade bakal sangat membaik, didukung dengan optimism vaksin Covid-19 serta kemudahan yang di tawarkan Undang-Undang Cipta Kerja.
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023