Big Data Bisa Pangkas Tingkat Bunga Pembiayaan Fintech
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro
menyampaikan, salah satu proses bisnis fintech adalah menggunakan rekam jejak
digital (digital footprint) untuk melakukan verifikasi dan memanfaatkan data
pihak ketiga guna menekan biaya operasional. Oleh karena itu, big data menjadi
fitur yang mesti dioptimalkan para penyelenggara fintech. Menurut Bambang,
sudah seharusnya solusi dan inovasi yang dilakukan fintech adalah dengan
mengoptimalkan big data. Sehingga proses verifikasi tidak hanya melihat data
formal, tapi masuk lebih jauh dalam konteks Know Your Customer (KYC), data-data
transaksi, untuk juga bisa melihat kebutuhan dari customers.
Menristek menuturkan, kombinasi dari transformasi digital dan pandemic yang sedang di alami akan menghasilkan less contact economy. Jadi ekonomi produktif tapi dengan kontak antara manusia yang akan berkurang.
Pada kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan, fintech sangat dibutuhkan bagi pelaku UMKM. Dia mengharapkan fintech bisa terus mendukung akses pembiayaan dari pemerintah untuk UMKM.
Selain akses pembiayaan, Teten menambahkan, UMKM ini juga perlu literasi keuangan. Perlu ada pendampingan untuk merencanakan usaha, membuat pembukuan yang baik, memakai modal kerja seoptimal mungkin.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023