Amazon Investasi Rp 40 T, RRT Bangun Pabrik Baterai
Contemporary
Amperex Technology Co Ltd
(CATL) asal RRT bakal membangun
pabrik baterai mobil dan kendaraan
listrik yang lain di Indonesia senilai
US$ 5,1 miliar, atau setara Rp 72,1
triliun (kurs Rp 14.139 per dolar
AS). Perusahaan teknologi raksasa
asal Amerika Serikat, Amazon, juga
bakal membangun infrastruktur
pusat data (data center) senilai Rp
40 triliun.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil
Lahadalia mengatakan, produsen
baterai kendaraan listrik asal
Tiongkok itu telah melakukan penandatanganan
kerja sama. Groundbreaking
(peletakan batu pertama)
pembangunan pabrik akan
dimulai 2021. Pabrikan baterai kendaraan lain asal
Korea Selatan, lanjut dia,
juga berencana berinvestasi
di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Jawa
Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, perusahaan teknologi
raksasa asal AS Amazon bakal
membangun data center di Jawa
Barat, dengan nilai investasi
mencapai Rp 40 triliun. Amazon
Web Service (AWS) akan membangun fasilitas layanan cloud
computing.
Pada kesempatan yang sama,
Gubernur Bank Indonesia Perry
Warjiyo mengungkapkan akan
terus bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong investasi masuk ke dalam negeri, di tingkat nasional maupun daerah, sebagai upaya
pemulihan ekonomi nasional.
Ia mengatakan, investasi daerah
merupakan salah satu kunci
mendorong pemulihan ekonomi
nasional.
Sebelumnya, lanjut Perry,
pihaknya juga telah melakukan
promosi investasi di Jawa Tengah bersama Kepala BKPM
Bahlil Lahadalia dan Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Capaian realisasi dan komitmennya juga cukup besar.
Ridwan Kamil menjelaskan,
ada beberapa faktor yang menyebabkan investor tertarik
memilih Jawa Barat sebagai
tempat berinvestasi. Pertama,
memiliki kelebihan di bidang
infrastruktur yang berkualitas
dan terhubung.
Jabar juga menarik investasi
karena terkait produktivitas
sum ber daya manusia yang
tinggi, dan dinilai paling produktif di Indonesia. Berdasarkan
survei terbaru terkait daya kompetitif tenaga kerja menunjukkan, Jawa Barat dapat bersaing
dengan Thailand dan Vietnam.
Faktor-faktor tersebut menjadi modal besar dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Jawa
Barat. Bahkan, Jabar menjadi
rumah bagi 60% total industri di
Indonesia.
Bahlil Lahadalia mengatakan lebih lanjut, BKPM juga
telah memfasilitasi investasi
mangkrak sebesar Rp 474,9
triliun atau 67,1% dari total investasi mangkrak selama empat
tahun yang mencapai Rp 708
triliun. Investasi mangkrak ini disebabkan tiga persoalan besar.
Pertama, adanya ego sektoral
yang terjadi antarkementerian.
Kedua, tumpang tindih regulasi
antara kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah
pusat. Ketiga, permasalahan di
lapangan terkait lahan yang akan
digunakan oleh calon investor.
BKPM juga memaparkan
realisasi investasi langsung
selama kuartal III-2020 sebesar
Rp 209 triliun. Realisasi ini naik
tipis 1,6% dibanding periode
sama tahun lalu (year on year/
yoy) dan naik 8,9% dibandingkan
kuartal sebelumnya (quarter to
quarter/qtq).
Rinciannya, realisasi penanaman modal dalam negeri
(PMDN) di kuartal III-2020 senilai Rp 102,9 triliun, naik 9,1%
qtq atau naik 2,1% yoy. Sedangkan PMA senilai Rp 106,1 triliun
atau naik 8,7% qtq atau 1,1% yoy.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023