;

Amazon Investasi Rp 40 T, RRT Bangun Pabrik Baterai

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 17 Nov 2020 Investor Daily
Amazon Investasi Rp 40 T, RRT Bangun Pabrik Baterai

Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) asal RRT bakal membangun pabrik baterai mobil dan kendaraan listrik yang lain di Indonesia senilai US$ 5,1 miliar, atau setara Rp 72,1 triliun (kurs Rp 14.139 per dolar AS). Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Amazon, juga bakal membangun infrastruktur pusat data (data center) senilai Rp 40 triliun. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, produsen baterai kendaraan listrik asal Tiongkok itu telah melakukan penandatanganan kerja sama. Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan pabrik akan dimulai 2021. Pabrikan baterai kendaraan lain asal Korea Selatan, lanjut dia, juga berencana berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, perusahaan teknologi raksasa asal AS Amazon bakal membangun data center di Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp 40 triliun. Amazon Web Service (AWS) akan membangun fasilitas layanan cloud computing.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong investasi masuk ke dalam negeri, di tingkat nasional maupun daerah, sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Ia mengatakan, investasi daerah merupakan salah satu kunci mendorong pemulihan ekonomi nasional. 

Sebelumnya, lanjut Perry, pihaknya juga telah melakukan promosi investasi di Jawa Tengah bersama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Capaian realisasi dan komitmennya juga cukup besar.

Ridwan Kamil menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan investor tertarik memilih Jawa Barat sebagai tempat berinvestasi. Pertama, memiliki kelebihan di bidang infrastruktur yang berkualitas dan terhubung. Jabar juga menarik investasi karena terkait produktivitas sum ber daya manusia yang tinggi, dan dinilai paling produktif di Indonesia. Berdasarkan survei terbaru terkait daya kompetitif tenaga kerja menunjukkan, Jawa Barat dapat bersaing dengan Thailand dan Vietnam. Faktor-faktor tersebut menjadi modal besar dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Jawa Barat. Bahkan, Jabar menjadi rumah bagi 60% total industri di Indonesia.

Bahlil Lahadalia mengatakan lebih lanjut, BKPM juga telah memfasilitasi investasi mangkrak sebesar Rp 474,9 triliun atau 67,1% dari total investasi mangkrak selama empat tahun yang mencapai Rp 708 triliun. Investasi mangkrak ini disebabkan tiga persoalan besar. Pertama, adanya ego sektoral yang terjadi antarkementerian. Kedua, tumpang tindih regulasi antara kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Ketiga, permasalahan di lapangan terkait lahan yang akan digunakan oleh calon investor.

BKPM juga memaparkan realisasi investasi langsung selama kuartal III-2020 sebesar Rp 209 triliun. Realisasi ini naik tipis 1,6% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/ yoy) dan naik 8,9% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Rinciannya, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di kuartal III-2020 senilai Rp 102,9 triliun, naik 9,1% qtq atau naik 2,1% yoy. Sedangkan PMA senilai Rp 106,1 triliun atau naik 8,7% qtq atau 1,1% yoy.

Download Aplikasi Labirin :