Harga iPhone Tidak Jadi Melonjak karena Tarif Trump Berubah Lagi
Tarif bea masuk impor AS terus berubah. Kali ini, mayoritas tarif untuk aneka produk elektronik dibatalkan. Harga iPhone sampai kartu grafis dan alas kaki batal melonjak lebih mahal. Indonesia pun berpeluang ikut diuntungkan. Perubahan terbaru itu diungkap Badan Perbatasan dan Cukai (CBP) AS, Sabtu (12/4) siang WIB. Informasi itu lalu beredar luas pada Minggu (13/4) dini hari WIB. ”(Donald) Trump berkedip (goyah) dengan pengecualian pada elektronik. Komputer jinjing, ponsel, dan lain-lain kini dikecualikan. Jadi, tarif Trump pada akhirnya terfokus pada sasaran tertentu. Karena harganya terlalu tinggi dan hasilnya tidak jelas,” kata Trinh Nguyen, ekonom pada bank investasi Natixis.
Ekonom pada bank Perancis itu menggunakan istilah lazim dalam permainan saling gertak dengan cara melotot. Orang yang pertama berkedip kalah. Trinh menyebut, bea masuk impor (BMI) sampai 145 % bisa membuat ekspor China ke AS ambruk. Masalahnya, bukan cuma China akan terdampak. Perekonomian AS bisa terpukul parah karena rantai pasok terguncang hebat dan tak ada periode peralihan untuk hal itu. Harga aneka produk juga melonjak jika tarif itu diterapkan. Harga iPhone, misalnya, akan naik, yaitu dari rata-rata di bawah 1.000 USD per unit menjadi mendekati 2.000 USD per unit. Hal serupa berlaku untuk mobil listrik hingga pisau dan panci dapur.
Ada 20 komoditas yang tarifnya dikembalikan menjadi sesuai ketentuan 5 April 2025. Dengan demikian, BMI untuk komoditas-komoditas itu antara 10 % dan 20 %. Dengan ketentuan baru itu, harga berbagai produk di pasar AS batal melonjak drastis. Sebelumnya, berbagai pihak khawatir harga aneka produk itu naik tinggi akibat BMI baru dari Trump. Pengecualian bagi 20 komoditas itu menjadi kelabilan terbaru tarif Trump. Seorang pejabat AS yang menolak identitasnya diungkap mengatakan, keputusan itu demi menjaga kelancaran rantai pasok. Maka, sasaran pengecualian diprioritaskan pada produk-produk yang penting bagi industri AS. (Yoga)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Perdagangan AS-China
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023