;

Penyegelan Wisata Disayangkan oleh Warga

Ekonomi Yoga 07 Apr 2025 Kompas
Penyegelan Wisata Disayangkan oleh Warga

Pemerintah menyegel dan membongkar sejumlah lokasi wisata di Puncak, Bogor, Jabar, tak lama setelah banjir melanda Jabodetabek, awal 2025. Roda ekonomi tersendat, pekerja terdampak. Opini warga dan pelaku pariwisata beragam. “Sangat disayangkan ketika tempat wisata yang sebelumnya telah mendapat persetujuan justru disegel mendadak. Bagi warga lokal, ini bukan hanya kehilangan ruang hiburan, tetapi juga tumpuan ekonomi. Keputusan sepihak tanpa proses terbuka dan transparan menimbulkan tanda tanya dan kecewa. Sudah saatnya regulasi dan kebijakan ditegakkan dengan mempertimbangkan dampak sosial secara menyeluruh,” ujar Faradilla Afra (26) Spesialis media sosial di Jakarta

“Saya prihatin, tindakan pemerintah terkesan agresif dan tiba-tiba membongkar sejumlah lokasi wisata di kawasan Puncak. Pemerintah perlu memberi alasan dan dasar yang kuat. Pemilik lokasi wisata dan orang sekitar berhak mendapat penjelasan. Solusi perlu ditawarkan karena kejadian itu mengurangi lapangan kerja orang-orang di sana. Solusi harus solutif, tidak hanya hitam di atas putih atau wacana saja,” kata Antonia Ayu (30) Psikolog di Tangsel. Menurut Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, ”Ini menunjukkan lemahnya kepastian hukum bagi pengusaha. Kami setuju kalau memang tidak boleh dibangun. Kalau jelas aturannya salah, dipindah tak apa-apa. Namun, kalau pengusaha sudah dapat perizinan, salahnya di mana? Ini masalah kepastian hukum. Jika dugaan pemerintah tidak terbukti di pengadilan, akan mencoreng nama pemerintah sendiri.” (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :