MBG Tak Mendongkrak Ekonomi secara Signifikan
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai, realokasi anggaran jumbo untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak akan signifikan mengerek pertumbuhan ekonomi tahun 2025. Apalagi, implementasi program itu saat ini masih bertahap di fase awal dan berjalan lambat. Anggota (DEN) yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Arief Anshory Yusuf berkata, belanja pemerintah berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tahun ini, Presiden Prabowo menginstruksikan pemangkasan anggaran belanja terhadap semua kementerian dan lembaga (K/L). Hasil pemangkasan direalokasikan untuk membiayai program MBG. Maka, anggaran MBG pada 2025 yang awalnya dialokasikan Rp 71 triliun akan ditambah Rp 100 triliun. Maka, total anggaran MBG menjadi Rp 171 triliun pada tahun pertama implementasinya.
Persoalannya, MBG harus diimplementasikan secara bertahap. Hingga 12 Maret 2025, anggaran MBG yang telah digelontorkan baru Rp 710,5 miliar dengan total penerima manfaat 2,05 juta orang. Artinya, realisasi anggaran MBG sebenarnya baru 0,42 % dari total Rp 171 triliun. ”Percepatan implementasi MBG agar belanja pemerintah tidak melambat itu sangat sulit. Secara makrosiklikal jadi agak berbahaya karena spending (pengeluaran) pemerintah itu akan mengalami lag (penundaan),” ujar Arief, Selasa (25/3). Laju implementasi MBG sangatlah bergantung pada kesiapan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Imbasnya, implementasi MBG lebih lambat ketimbang penggunaan anggaran yang sudah dialokasikan ke K/L lain. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada lesunya perekonomian. (Yoga)
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Evaluasi atas Membengkaknya Belanja Pajak
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023