Peningkatan Likuiditas Bersifat Sementara
22 Mar 2025
Kontan
Pertumbuhan likuiditas perekonomian Indonesia, yang diukur melalui uang beredar dalam arti luas (M2), mengalami peningkatan pada Februari 2025, dengan posisi M2 mencapai Rp 9.239,9 triliun, tumbuh 5,7% secara tahunan. Faktor musiman, terutama menjelang Ramadan, berperan penting dalam kenaikan ini, yang terlihat dari peningkatan uang beredar dalam arti sempit (M1), yang mencatatkan pertumbuhan 7,4% secara tahunan. Meskipun demikian, pertumbuhan uang kuasi lebih rendah, hanya 1,8% secara tahunan.
Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menyatakan bahwa penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan M2, dengan kredit tercatat naik 9% secara tahunan. Namun, meski ada indikasi peningkatan aktivitas ekonomi, Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengingatkan bahwa sebagian besar peningkatan M2 lebih ditopang oleh komponen uang kuasi seperti tabungan dan deposito, yang belum sepenuhnya terserap ke sektor riil.
Josua juga menilai bahwa meskipun ada potensi peningkatan daya beli menjelang Ramadan, pertumbuhan M2 lebih bersifat musiman. Untuk memastikan pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan, perlu dipantau faktor-faktor lain seperti inflasi, penyaluran kredit, dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025.
Postingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
23 Jun 2025
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023