Dinamika Maskapai: Patah Tumbuh, Hilang Berganti
Industri aviasi nasional Indonesia masih menghadapi tantangan pemulihan pasca-pandemi Covid-19. Meskipun arus penumpang internasional telah sepenuhnya pulih pada 2024, arus penumpang domestik belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Pada 2024, jumlah penumpang domestik hanya tercatat 63,7 juta orang, jauh di bawah 76 juta pada 2019. Hal ini berujung pada penutupan rute penerbangan oleh BBN Airlines Indonesia, termasuk rute Jakarta-Surabaya, yang disebabkan oleh rendahnya minat pasar. BBN Airlines kini berfokus pada layanan penyewaan pesawat, kru, pemeliharaan, dan asuransi (ACMI) kepada maskapai lain seperti Sriwijaya Air.
Di sisi lain, meskipun situasi domestik belum pulih sepenuhnya, penerbangan internasional Indonesia mengalami pemulihan penuh, dengan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang pada 2024. Hal ini menarik perhatian investor asing, salah satunya Calypte Holding Pte. Ltd. yang mendirikan PT Indonesia Airlines Group. Indonesia Airlines, anak perusahaan Calypte, akan berfokus pada penerbangan internasional dengan layanan premium, menggunakan 20 armada pesawat, dan berencana untuk melayani 30 negara dalam lima tahun pertama operasionalnya. Dengan visi untuk menjadi simbol global kemakmuran Indonesia, Indonesia Airlines diharapkan dapat meraih sukses di pasar penerbangan internasional.
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023