;

Harga Gula Dunia dan Indonesia kembali melonjak

Lingkungan Hidup Yoga 10 Mar 2025 Kompas
Harga Gula Dunia dan Indonesia kembali melonjak

Harga gula di pasar internasional kembali melonjak setelah turun sepanjang tiga bulan beruntun. Kekhawatiran terhadap mengetatnya pasokan gula dunia, terutama dari India dan Brasil, menjadi pemicunya. Di Indonesia, harga gula juga tinggi di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp 17.500 per kg, akibat lonjakan permintaan selama Ramadhan 2025 di tengah belum mulainya musim giling tebu. Pada Jumat (7/3) di Roma, Italia, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) merilis, indeks harga pangan dunia pada Februari 2025 sebesar 126,1 atau naik 1,6 % secara bulanan, didorong lonjakan harga gula, minyak nabati, dan susu dunia. Indeks harga gula dunia pada Februari 2025 sebesar 118,5. Naik 6,6 % secara bulanan setelah sepanjang tiga bulan berturut-turut turun. Namun, angka itu lebih rendah 15,8 % dibanding indeks Februari 2024.

Merujuk Data Harga Komoditas (The Pink Sheet) Bank Dunia, harga rerata gula dunia pada Februari 2025 sebesar 0,41 USD per kg atau Rp 6.682 per kg, hampir mendekati rerata harga gula pada 2024, di 0,45 USD per kg, tetapi belum setinggi rerata harga 2023 yang mencapai 0,54 USD per kg. ”Kenaikan harga gula didorong kekhawatiran pelaku pasar atas pasokan gula global yang lebih ketat pada musim 2024-2025, terutama dari India dan Brasil. Dampak perubahan cuaca dan pengalihan penggunaan tebu untuk bioetanol menjadi pemicunya,” sebut FAO. Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan produksi gula dunia pada 2024/2025 turun 1,1 % menjadi 179,29 juta ton. ISO juga menyebutkan, penurunan produksi gula dunia disebabkan penurunan produksi gula di India dan Brasil. Brasil dan India merupakan negara produsen gula terbesar pertama dan kedua dunia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :