;

Efek Danantara, Waspadai Pelemahan Ekonomi 2025

Ekonomi Yoga 25 Feb 2025 Kompas
Efek Danantara, Waspadai
Pelemahan Ekonomi 2025

Presiden Prabowo mengumumkan hasil efisiensi anggaran Rp 308 triliun akan disalurkan sepenuhnya untuk dana investasi BPI Danantara. Langkah itu dikhawatirkan bakal melemahkan pertumbuhan ekonomi 2025 yang sudah terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran. Pengumuman tentang pemanfaatan hasil efisiensi anggaran itu disampaikan Presiden Prabowo saat meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2). Prabowo mengatakan, dalam 100 hari kepemimpinannya, pemerintah berhasil mengamankan lebih dari Rp 300 triliun atau 20 miliar USD dalam bentuk tabungan negara.

Dana tersebut akan dikelola Danantara untuk diinvestasikan dalam 20 proyek nasional atau lebih. Pemanfaatan hasil efisiensi anggaran sepenuhnya untuk Danantara ini berbeda dari tujuan yang selama ini disampaikan pemerintah. Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, pengurangan belanja pemerintah akibat efisiensi APBN akan mengurangi daya dorong fiskal terhadap roda ekonomi. Beberapa sektor, seperti transportasi, MICE (pertemuan, insentif, konvensi/konferensi, dan pameran), dan perhotelan, sudah mulai terdampak oleh pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintah.

Itu karena kebijakan efisiensi menyasar belanja barang di kementerian/lembaga, seperti perjalanan dinas, rapat dan seminar, serta acara seremonial lainnya. Idealnya, ketika beberapa sektor terpukul akibat kebijakan efisiensi itu, pemerintah bisa menyeimbangkan pergerakan roda ekonomi di sektor lain yang terdorong dari realokasi hasil pemangkasan anggaran. Dengan kata lain, semestinya hasil efisiensi anggaran bisa direalokasikan untuk program-program yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor lain. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :