Perang Dagang Momentum Tepat Bagi Para Investor untuk Serok Saham
Tren bearish kembali memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan finish di level 7.030 (-1,11%) pada perdagangan Senin (3/2/2025). Analis melihat, koreksi tersebut sudah memfaktorkan (priced in) perang dagang, sehingga menjadi momentum tepat bagi para investor untuk serok saham. Founder & CEO Investor Consulting Fendy Susyanto menyampaikan bahwa tekanan pada pasar saham saat ini sudah merespons potensi kebijakan Trump terutama terkait tarif impor, bahkan jauh sebelum Trump dilantik. "Jadi kami melihat para pelaku pasar sudah mengantisipasi kebijakan tarif impor Trump yang nantinya akan memberi banyak dampak kepada Indonesia," ucap Fendy. Pada pembuka Februari 2025, Trump telah menelurkan kebijakan tarif impor baru sebesar 25% untuk produk Kanada dan Meksiko serta 10% untuk China yang akan mulai berlaku pada 4 Februari 2025. Trump juga mengenakan pajak sebesar 10% untuk impor minyak dari Kanada dan mengancam memberlakukan tarif tambahan untuk minyak san gas Kanada pada pertengahan Februari 2025. Tak tinggal dian, Kanada dan Meksiko pun bereaksi keras. Meksiko lantas membalas dengan menerapkan tarif mulai dari 5% hingga 20% dan Kanada mengumumkan tarif balasan sebesar 25% pada impor AS senilai US$ 155 miliar. (Yetede)
Tags :
#Perang DagangPostingan Terkait
Perdagangan AS-China
30 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
23 Jun 2025
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
23 Jun 2025
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023