Garuda Fokus Menggarap Bisnis Kargo dan Turis Asing
Bisnis penerbangan merupakan salah satu sector yang paling terpukul akibat pandemic korona (Covid-19). PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sudah kehilangan 90% penumpang sejak masa pandemic. 70% pesawat Garuda tidak terbang, hanya parker tanpa operasi (grounded). Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra menyebutkan, segmen bisnis kargo saat ini menjadi solusi untuk menopang sekitar 30%-40% bisnis Garuda. Menurutnya saat ini momentum untuk menggenjot bisnis kargo karena pertumbuhan year on year sampai 200%. Menurut beliau, bisnis penerbangan dapat pulih paling cepat tahun 2022. Bahkan ada yang memprediksi di tahun 2023.
Garuda Indonesia tidak akan kuat menanggung beban apabila hingga tahun 2021 kapasitas penumpang sebesar 50%. Kini dengan ijin pemerintah, pesawat – pesawat Garuda Indonesia diubah untuk segmen kargo termasuk kabin penumpang. Selain bisnis kargo, Irfan berharap pada penumpang luar negeri yang masuk Indonesia untuk berlibur pasca pandemic ini.
Postingan Terkait
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023